Entertainment

10 Fakta Mikhail Gorbachev, Biang Keladi Pecahnya Uni Soviet

10 Fakta Mikhail Gorbachev, Biang Keladi Pecahnya Uni Soviet
Mikhail Gorbachev merupakan mantan pemimpin Uni Soviet (Wojtek Laski/Hulton/Getty Images)

AKURAT.CO  Mikhail Gorbachev terkenal di seantero dunia sebagai presidn Uni Soviet yang akhirnya berhasil mengakhiri perang dinigin dengan Barat tanpa pertumpahan darah. Gorbachev termasuk salah satu pemimpin yang menerapkan kebijakan glasnost dan perestroika.

Namun, di Uni Soviet, Gorbachev dinilai sebagai biang keladi pecahnya Uni Soviet menjadi 15 negara.

Kebijakan yang dimiliki oleh Mikhail Gorbachev untuk membuat sebuah reformasi yaitu dengan menerapkan kebijakan glasnost dan perestroika.

baca juga:

Glasnost merupakan kebijakan dalam keterbukaan pada semua bidang di Institusi pemerintahan Uni Soviet, termasuk kebebasan informasi. Sedangkan perestroika berarti restrukturisasi, mereformasi birokrasi dan ekonomi Uni Soviet yang mengalami kemerosotan.

10 fakta menarik Mikhail Gorbachev

Sebagai seorang pemimpin, terdapat beberapa fakta tentang Mikhail Gorbachev yang dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (25/1/2023).

1. Terlahir dari keluarga petani

Mikhail Gorbachev lahir pada 3 Maret 1931 di Desa Privolnoye, Stavropol Krai. Orang tuanya merupakan seorang petani. Ibunya berasal dari Ukraina bernama Maria Panteleyevn. Ibu Gorbachev merupakan seorang Kristen Ortodoks yang taat. Pada awalnya, Mikhail lahir dengan naman Viktor, namun ibunya diam-diam membabtisnya menjadi 'Mikhail'.

2. Gorbachev percaya pada demokrasi ideal Soviet

Gorbachev dikenal sebagai Mahasiswa yang aktif berbagai organisasi pemuda Komsomol Soviet. Dengan cepatnya, Gorbachev menjadi pemimpin kelompok lokalnya. Gorbachev dengan giatnya sering menghabiskan 20 jam sehari di ladang selama musim panas bersama ayahnya.

Di tahun 1948, mereka berhasil mendapatkan prestasi yang membuat Sergey dianugerahi Ordo Lenin dan putranya Ordo Panji Merah Buruh karena memanen lebih dari 80 ton biji-bijian. Pada saat itu, Gorbachev secara resmi telah menjadi anggota Partai Komunis tahun 1950.

3. Mereformasi Uni Soviet dengan kebijakannya

Kebijakan glasnost dan perestroika yang diterapkan oleh Gorbachev, memungkinkan terjadinya kebebasan yang lebih besar untuk ekspresi budaya dan pers. Perubahan besar tersebut, menjadi upaya untuk mendemokratisasi dengan memperkenalkan pemungutan suara rahasia dan pemilihan multi-partai.

Pada Agustus 1991, Gorbachev mengalami kudeta singkat. Reformasi yang dia lakukan tidak dikenal di kalangan kaum fanatik komunis dan biokrat. Kaum tersebut tidak mau melonggarkan kekuasaan mereka terhadap ekonomi Uni Soviet.

4. Menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat

Pada saat perang dingin, Gorbachev melakukan upaya untuk menjalin hubungan yang baik dengan musuhnya, yaitu Amerika Serikat. Hingga di tahun 1987, Gorbachev menandatangani perjanjian dengan Presiden AS, Ronald Reagan, yang menyetujui untuk menghancurkan persenjataan nuklir.

5. Menjadi pemimpin Uni Soviet pada 1985

Mikhail Gorbachev menjadi Presiden Uni Soviet untuk menggantikan Konstantin Chernenko, yang pada tahun 1985 sudah sakit-sakitan. Saat itu, Andre Gromyko, seorang anggota Politbiro menyarankan Gorbachev untuk menjadi penerus Chernenko ketika usinya masih 54 tahun. 

6. Mahasiswa yang tidak takut untuk menantang status Quo

Mikhail Gorbachev merupakan Mahasiswa hukum di Moskow pada tahun 1950. Saat itu, Gorbachev mendapatkan reputasi sebagai perantara selama debat di kelasnya. Dalam beberapa kesempatan, Gorbachev menyampaikan pendapatnya tanpa takut dengan otoritas Soviet. Gorbachev tidak setuju dengan aturan hukum Soviet yaitu tentang pengakuan berarti bersalah, yang alasannya karena pengakuan bisa dipaksakan.

7. Mengalami pembersihan besar terhadap keluarganya

Pada tahun 1930, Stalin melakukan kebijakan intens sosialisasi secara sistematis. Hasil dari kebijakan tersebut yaitu terjadi kelaparan yang meluas di Ukraina pada tahun 1931 dan 1933. Karena hal tersebut, paman dan bibi Gorbachev meninggal. Ketika negara mencari 'musuh rakyat', kedua kakeknya ditangkap dan dikirim ke gulag. Gulag merupakan tempat penjara yang mengoperasikan sistem hukuman berupa kerja paksa.

8. Melalui Partai Komunis, Gorbachev menjadi terkenal

Setelah lulus, Gorbachev memutuskan untuk mempin Komsomol dan kemmbali ke asalnya Stavropol. Gorbachev memanfaatkan statusnya dan menggunakan sanjungan untuk mendapatkan dukungan dari politisi. Nama Mikhail Gorbachev menjadi naik pesat dan memiliki peran sebagai Sekretaris Pertama Stavropol.

Dengan posisi tersebut, Gorbachev sangat mudah untuk menjadi bagian dari kaum elit politik di Moskow. Tahun 1978, Gorbachev diangkat menjadi Sekretaris Komite Pusat. Dengan demikian, Gorbachev mengalami peningkatan dalam standar hidupnya.

9. Memiliki peran dalam runtuhnya Uni Soviet

Gorbachev yang dikenal dalam melembagakan program baru yang radikal dari reformasi budaya, pemilihan umum, dan diplomatik, ternyata Gorbachev mendukung reformasi negara-negara di blok Eropa Timur Soviet.  Negara tersebut adalah Polandia, Jerman Timur, Hongaria, dan Cekoslowakia, yang semua negara memilih pemerintahan non-komunis secara demokratis.

Gorbachev yang saat itu menyetujui penarikan bertahap pasukan Soviet dari masing-masing negara. Gorbachev bahkan menyetujui reunifikasi Jerman Timur dan Barat, untuk meruntuhkan 'Tirai Besi' yang telah memecah belah dunia selama Perang Dingin.

10. Makam Gorbachev berada di Moskow

Mikhail Gorbachev wafat pada tahun 1999, yang dimakamkan di Novodevichy di Moskow, bersebelahan dengan istrinya Raisa. Diketahui, saat menjadi Sekretaris Jenderal Partai Komunis Soviet pada tahun 1985, dia mulai merevitalisasi sistem dengan memperkenalkan kebebasan politik dan ekonomi secara terbatas. Namun yang dilakukan Gorbachev dalam reformasinya itu berjalan di luar kendali.