News

Meutya Hafid Minta Kemenlu Selalu Waspadai Situasi di Taiwan

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid meminta Kemenlu serta Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taiwan untuk selalu mewaspadai situasi wilayah.


Meutya Hafid Minta Kemenlu Selalu Waspadai Situasi di Taiwan
Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid saat memimpin rapat kerja dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (31/5). Rapat kerja itu membahas tentang penanganan serangan virus ransomware 'wannacry' dan penyebaran hoax yang sering terjadi di media online. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid meminta Kementerian Luar Negeri serta Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taiwan untuk selalu mewaspadai situasi di wilayah tersebut.

Pasalnya, situasi saat ini tengah memanas usai Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan pada 2 Agustus 2022. 

RRC yang mengecam kunjungan Pelosi tersebut, sempat melakukan latihan militer, antara lain dengan menembakkan roket ke arah Taiwan. Jet dan kapal perang juga diarahkan China ke Selat Taiwan. 

baca juga:

Meutya Hafid mengakui, situasi di Taiwan saat ini aman bagi 300 ribu WNI seperti disampaikan Kemenlu. Namun, ia mengingatkan, situasi di Taiwan bisa berubah dengan sangat cepat, tergantung berbagai hal, baik respons Taiwan dan AS maupun situasi dalam negeri RRC sendiri. 

"Itu adalah hukum tertinggi yang mesti kita junjung tinggi," kata Meutya dalam keterangannya yang dikutip Sabtu (6/8/2022).

Oleh karena itu, ia pun meminta Kemenlu sejak dini menyiapkan pola komunikasi yang paling efektif dengan semua WNI di Taiwan. 

"Penting bagi Kemenlu untuk menyiapkan komunikasi yang efektif agar dengan satu langkah, perwakilan RI di Taiwan bisa mengumpulkan semua WNI dalam persiapan evakuasi," ujar Ketua DPP Partai Golkar itu. 

Hal lain yang diingatkan Meutya Hafid adalah jalur evakuasi dan titik kumpul semua WNI. Sehingga perlu disiapkan agar tidak menimbulkan ketegangan bagi WNI di sana. 

"Angka 300 ribu itu jumlah yang banyak. Karena itu semua persiapan perlu dilakukan secara cermat agar tidak terjadi kepanikan pada waktu evakuasi," jelas anggota DPR dari Dapil Sumut I tersebut.

Hal terakhir yang diingatkan Meutya Hafid adalah transportasi untuk mengangkut semua WNI. Kemenlu diminta sejak dini bekerja sama depngan maskapai penerbangan maupun TNI agar evakuasi berjalan aman dan lancar. []