Rahmah

Mengenal Tafsir Tematik, Metode untuk Memahami Al-Quran

Mengenal Tafsir Tematik, Metode untuk Memahami Al-Quran
Memahami tafsir tematik Al Qur'an (pinterest.com)

AKURAT.CO Ada banyak metode untuk memahami isi kandungan Al-Qur'an. Terlebih di era modern seperti sekarang, langkah dan cara memahami Al-Quran beragam ditemukan. Salah satunya metode tafsir tematik (maudhu'i).

Berikut penjelasannya dikutip dari laman tafsirquran.id:

Terkait dengan definisi tafsir maudhu’i, Fauzan, dkk., dalam Metode Tafsir Maudhu’i (Tematik): Kajian Ayat Ekologi menyampaikan bahwa para ulama memiliki ragam definisi yang berbeda-beda terhadap istilah al-tafsir al-maudhu’i.

baca juga:

Ziyad Khalil Muhammad al-Daghawin misalnya, ia memaknai al-tafsir al-maudhu’i sebagai sebuah metode penafsiran Al-Qur’an dengan cara menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an yang memiliki kesamaan maksud atau tema pembahasan.

Sedikit berbeda dengan pandangan pertama, Abd al-Hayy al-Farmawi mendefinisikan al-tafsir al-maudhu’i sebagai metode penafsiran Al-Qur’an yang dilakukan melalui cara penghimpunan ayat-ayat Al-Qur’an yang memiliki kesamaan tema kemudian pembahasan tersebut disusun berdasarkan susunan kronologi dan sebab turunya ayat.

Musthafa Muslim dalam karyanya Mabahits fi al-Tafsir al-Maudhu’i juga menyampaikan berbagai definisi para ulama terhadap istilah al-tafsir al-maudhu’i. Namun, dari berbagai ragam definisi ulama tersebut Musthafa Muslim memilih definisi al-tafsir al-maudhu’i berikut:

عِلْمٌ يَتَنَاوَلُ القَضَايَا حَسَبَ الْمَقَاصِدِ القُرْآنِيَّةِ مِنْ خِلَالِ سُوْرَةٍ أَوْ أَكْثَر“

Ilmu yang mengkaji satu surah atau lebih untuk memahami sebuah perkara berdasarkan perspektif maqashid al-qur’an

Langkah Operasional Metode Tafsir Maudhu’i

Dsalam penerapanya, Musthafa Muslim memberikan tujuh langkah operasional utama dalam menafsirkan Al-Qur’an dengan pendekatan tafsir tematik (al-tafsir al-maudhu’i), sebagaimana berikut:

1. Menentukan judul pembahasan yang masih berada dalam lingkup tema Al-Qur’an.

2. Mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an yang mengkaji tentang tema yang telah ditentukan tersebut.

3. Mengurutkan susunan ayat berdasarkan periode waktu turunya ayat (makkiyah-madaniyah). Hal ini diperlukan karena setiap surah makkiyah maupun madaniyah memiliki ciri khas utama kajian pembahasan.

4. Mempelajari penafsiran tiap ayat dengan merujuk pada berbagai kitab tafsir yang disajikan secara tahlili dan mempertimbangkan aspek asbab al-nuzul jika ditemukan, arti setiap kata dan penggunaanya, kaitan antara kata-kata dalam sebuah kalimat dan kaitan antara kalimat-kalimat dalam sebuah ayat, begitu pula kaitan antara satu ayat dengan ayat lainya.

5. Menggali unsur-unsur penting dalam tema tersebut berdasarkan pembahasan ayat-ayat di atas. Dalam fase ini, hendaknya peneliti menentukan unsur utama dalam kajian tafsir tematik yang kemudian diletakkan dan dijelaskan pada pembahasan awal, kemudian diikuti oleh penjelasan unsur-unsur pendukung lainya.

6. Peneliti menjelaskan ayat-ayat yang telah dikelompokkan secara global untuk menampakkan berbagai ide dalam kajian tersebut. Peneliti tidak diperkenankan mencukupkan analisisnya hanya pada aspek linguistik. Namun, perlu meneliti lebih jauh terkait isyarat yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan informasi dari hadis dan atsar atau pemahaman para sahabat Nabi terhadap suatu ayat.

7. Peneliti harus konsisten dengan prosedur-prosedur kajian tafsir tematik yang telah ditentukan.

Wallahu A'lam.[]