Olahraga

Meski Senior, Murray tak Suka "Menggurui" Petenis Muda seperti Raducanu

Andy Murray juga mengingatkan bahwa tenis harus lebih terakses dan menjauh dari kesan olahraga yang hanya bisa dilakukan oleh orang kaya.


Meski Senior, Murray tak Suka
Petenis asal Skotlandia, Andy Murray, saat bertanding melawan Stan Wawrinka, di putaran pertama Prancis Terbuka 2020 di Paris, Prancis, 28 September 2020. (REUTERS/Charles Platiau)

AKURAT.CO, Mantan petenis ranking satu dunia asal Inggris Raya, Andy Murray, mengatakan bahwa ia tidak akan memberikan nasehat untuk rekan senegaranya yang baru saja “mengguncang dunia” dengan menjadi juara Amerika Serikat Terbuka pada usia 18 tahun, Emma Raducanu.

Murray menegaskan ia tidak ingin menjadi seperti banyak mantan petenis Inggris yang selalu memberikan saran kepada petenis yang masih aktif setelah pertandingan. Juara Wimbledon 2013 dan 2014 tersebut menganggap hal tersebut mengganggunya.

“Saya tidak pernah suka ketika seluruh mantan petenis Inggris selalu bergerak setelah setiap (pertandingan) menang dan kalah tentang apa yang harus Anda lakukan, apa yang seharusnya tidak Anda lakukan, dan banyak dari mereka juga memberikan nasehat ketika Anda juga tidak memintanya,” kata Murray sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Saya merasa itu benar-benar menganggu–dan masih terjadi sampai hari ini. Saya tidak ingin menjadi orang itu.”

Selain itu, Murray juga mengingatkan bahwa kemenangan Raducanu di AS Terbuka 2021 harus menjadi landasan bagi Inggris untuk tak menunggu terlalu lama lagi demi melihat petenis mereka menjuarai grand slam. Raducanu adalah juara grand slam pertama Inggris sejak Virginia Wade di Wimbledon 1977.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Murray adalah akses bagi anak-anak untuk menekuni tenis sebagai pembibitan petenis masa depan Inggris. Sejauh ini, kata Murray, tenis profesional masih dianggap sebagai olahraga yang hanya dilakukan oleh anak-anak dari keluarga kaya.

“Salah satu citra bahwa tenis bertahun-tahun menjadi tidak cukup bisa diakses, menurut saya. Jika citranya seperti itu–bahwa ini olahraganya orang kaya dan terlalu mahal untuk dimainkan–saya yakin itu berpotensi membuat orang-orang menjauh, (atau) mungkin juga orang tua akan memasukkan anaknya ke (tenis),” kata Murray.

Akan halnya Raducanu, Murray juga pernah menjadi petenis pertama yang menghapus dahaga grand slam Inggris. Lebih jauh lagi, ketika menjuarai AS Terbuka pada 2013, petenis dari Skotlandia itu bahkan menjadi petenis Inggris Raya pertama yang meraih grand slam dalam 77 tahun.[]