Ekonomi

Meski Sama-sama Megap-megap, Dahlan Iskan Bocorkan Beda Garuda dan Thai Airways

Dahlan Iskan: meski Garuda Indonesia dan Thai Airways memiliki kesamaan masalah namun proses penyelesaian lebih dulu dilakukan pemerintah Thailand.


Meski Sama-sama Megap-megap, Dahlan Iskan Bocorkan Beda Garuda dan Thai Airways
Dahlan Iskan (Instagram/dahlaniskan19)

AKURAT.CO, Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengungkapkan kondisi keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, hampir sama dengan maskapai penerbangan milik Thailand, Thai Airways (TG). Keduanya memiliki perkara serupa, yakni kerugian akibat pandemi Covid-19. 

Menurut Dahlan Iskan, meski kedua industri maskapai itu memiliki kesamaan masalah namun proses penyelesaian lebih dulu dilakukan pemerintah Thailand. Dimana, perkara Thai Airways sudah dibahas dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) negara setempat untuk melakukan persidangan. 

"Bedanya, Thai Airways sudah membuat keputusan dan membawa masalah ke PKPU-nya Thailand. Sidang-sidangnya sudah berlangsung, sudah pula siap diputuskan, tapi para kreditor masih menyusulkan pendapat," ujar Dahlan Iskan dalam blog pribadinya seperti dilansir Akurat.co, Selasa (8/6/2021). 

Usai kreditor memberikan pendapat usulan, PKPU pun menyetujui untuk mendengarkan hal tersebut. Dengan demikian, putusan dimundurkan hingga 15 Juni 2021 mendatang.

Sementara itu, Dahlan Iskan menilai bahwa proses yang dialami Garuda Indonesia dinilai masih ngambang karena belum ada putusan pemerintah terhadap kondisi maskapai pelat merah saat ini. 

"Pemerintah Thailand sudah pada keputusan final, tidak mau lagi menginjeksi TG. Bahkan tiga tahun lalu pemerintah sudah memutuskan tidak mau lagi menjadi pemegang saham mayoritas. Dilakukanlah divestasi dari 51% ke 47,8%. Sementara Garuda Indonesia melayang-layang dengan benang putusnya," katanya. 

Dijelaskan Dahlan Iskan, dengan divestasi itu pemerintah mengeluarkan Thai Airways dari daftar BUMN-nya. Divestasi itu dilakukan dengan cepat. Saat status TG diubah, maka perusahaan pun melantai ke pasar modal. Dahlan pun mencatat, tidak rumit mendivestasi saham di pasar modal

"Utang TG memang sangat besar, juga sebesar gajah bengkak. Bengkaknya lebih besar sekitar Rp100 triliun. Lebih besar dari GA yang Rp70 triliun," lanjutnya.

Berbagai upaya menyelamatkan TG sudah dilakukan pemerintah Thailand. Jalur-jalur yang rugi sudah dihapus. Gaji dipangkas dan jumlah karyawan pun dikurangi hingga 6.000 orang.