Rahmah

Meski Ringan dan Mudah Dihafalkan, Amalan ini Bisa Melapangkan Rezeki

Berusaha sambil berdoa merupakan tugas setiap hamba Allah


Meski Ringan dan Mudah Dihafalkan, Amalan ini Bisa Melapangkan Rezeki
Amalan Islam (Istimewa)

AKURAT.CO Memiliki harta dan kekayaan yang lebih merupakan harapan setiap orang. Bukan saja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, tetapi juga bisa untuk membantu orang lain yang dirasa kurang mampu.

Islam juga merupakan agama yang mengajarkan umatnya untuk selalu memberi dan bukan meminta. "Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah". Begitu ungkapan bijak mengatakan.

Maka dari itu, Islam mewajibkan umatnya untuk bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Jangan sampai menjadi orang yang sukanya hanya minta dan minta tanpa mau usaha yang maksimal.

Selain berusaha, Anda perlu juga mengamalkan amalan yang diajarkan Nabi kepada para sahabatnya, untuk melapangkan rezeki. Disebutkan dalam satu riwayat sebagai berikut;

وردت عن النبي صلى الله عليه وسلم في أحاديث صحيحة كثيرة، أمر بها بعض أصحابه لتوسعة الرزق، وقال بعض العارفين: وهي مجربة لبسط الرزق الظاهر والباطن، وهي هذه: لا إله إلا الله الملك الحق المبين، كل يوم مئة مرة. سبحان الله وبحمده، سبحان الله العظيم، أستغفر الله، كل يوم مئة مرة. واستحسن كثير من الأشياخ أن تكون بين سنة الصبح والفريضة، فإن فاتت في ذلك فبعد صلاة الصبح وقبل طلوع الشمس، وإن فاتت في ذلك فعند الزوال. فلا ينبغي للعبد أن يخلي يومه عنها. 

Artinya: "Tersebut dalam banyak hadits sahih sebuah riwayat di mana Nabi Muhammad SAW memerintahkan sejumlah sahabatnya untuk mengamalkan bacaan ini demi melapangkan rezeki. Sebagian ‘arifin mengatakan, amalan ini teruji dalam melapangkan rezeki lahir maupun batin.

 Bacaan yang dimaksud untuk melapangkan rezeki ialah :

لَا إِلهَ إِلَّا اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ

“La ilaha illallah. Almalikul haqqul mubin” : setiap hari 100 kali.

سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ  

“Subhanallahi wa bihamdih, subhanallahil adzim, astaghfirullahal adzim”: setiap hari 100 kali.

Banyak guru besar menganggap baik melazimkan bacaan ini saat diantara shalat sunah Subuh dan shalat Subuh. Seandainya terlewat, maka bacalah setelah Subuh hingga sebelum fajar menyingsing. Bila di waktu itu luput juga, maka bacalah setelah matahari gelincir (penanda Zhuhur)."

Jangan malas untuk bekerja. Begitu juga jangan sungkan untuk berdoa dan melakukan amalan untuk meminta kelapangan rezeki. Allah sangat menyayangi orang-orang yang mau berusaha sambil tetap berdoa. Wallahu A'lam.[]