Ekonomi

Meski Masih Minus, Ekonomi RI Kuartal IV-2020 Beri Sinyal Pulih?

Meski Masih Minus, Ekonomi RI Kuartal IV-2020 Beri Sinyal Pulih?
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Light Rapit Transit (LRT) di kawasan Setiabudi, Jakarta, Rabu (5/11/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan, pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2020 menunjukkan upaya pemulihan ekonomi sedang berjalan walaupun dengan pelan-pelan. Masih belum berhasil keluar dari resesi, tercatat bahwa ekonomi Indonesia masih terkontraksi dan berada pada level -2,19 persen (y-o-y).

Peneliti CIPS Pingkan Audrine Kosijungan mengatakan, meskipun demikian, angka ini menunjukkan adanya perkembangan dari kuartal-kuartal sebelumnya.

Sepanjang tahun 2020, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi yang cukup tajam akibat pandemi Covid-19 hingga mengakibatkan resesi. Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2020 dibuka dengan capaian di level 2,97 persen. Sedangkan pada kuartal II-2020 tercatat kontraksi terjadi hingga ke level -5,32 persen.

Kemudian angka ini berangsur membaik ke level -3,49 persen seiring dengan stimulus ekonomi dan kebijakan jaring pengaman yang digelontorkan oleh pemerintah dalam merespon disrupsi ekonomi bagi masyarakat.

Pingkan melanjutkan, jika dilihat dari sektor lapangan usahanya, hanya dua sektor saja yang mengalami peningkatan jika dibandingkan secara y-o-y dengan kondisi di kuartal IV-2019. Kedua sektor tersebut ialah sektor informasi dan komunikasi yang bergerak dari 9,78 persen (kuartal IV-2019) ke 10,91 persen (kuartal IV-2020) serta sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial dengan pergerakan dari 7,83 persen (kuartal IV-2019) menjadi 16,54 persen (kuartal IV-2020). Hal ini sangat relevan dengan dinamika yang terjadi di masyarakat selama pandemi.

Kebijakan pembatasan sosial yang diberlakukan di daerah-daerah di Indonesia per bulan Maret 2020 silam telah mendorong adanya adaptasi kebiasaan baru bagi masyarakat. Kegiatan pendidikan, perekonomian, ibadah, hingga bekerja pun bertransformasi ke arah digitalisasi, sektor informasi dan komunikasi menjadi tumpuannya.

Selain itu, sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial juga terdongkrak seiring dengan semakin banyaknya kasus positif Covid-19 dan masyarakat terdampak yang tercatat di Indonesia.

“Pemerintah perlu memperhatikan sektor-sektor yang mengalami peningkatan pertumbuhan dan mendorong supaya sektor-sektor tersebut bisa terus berkontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi. Untuk sektor informasi dan komunikasi misalnya, pemerintah perlu mendorong terciptanya ekosistem yang kondusif untuk semua pelaku di sektor tersebut melalui regulasi yang adaptif dan memperhatikan dinamikanya. Di saat yang bersamaan, upaya untuk meningkatkan kinerja pertumbuhan sektor-sektor lain yang masih terdampak terus dilakukan,” jelas Pingkan lewat keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (10/1/2021).

Di luar sektor tersebut, pergerakannya cukup dinamis dan bervariasi. Kebanyakan masih terkontraksi, tiga sektor terendah ialah transportasi dan pergudangan (-13,42 persen), akomodasi dan makan minum (-8,88 persen) dan sektor jasa perusahaan (-7,02 persen). Secara umum, perbaikan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV-2020 terjadi bagi sebagian sektor yang mencakup industri pengolahan; perdagangan; serta pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu