Olahraga

Meski Kalah, Gadis Pengidola Susy Susanti Bangga Bela Papua di Piala Presiden

Langkah Agatha Gracia Rompas terhenti pada babak kedua.

Meski Kalah, Gadis Pengidola Susy Susanti Bangga Bela Papua di Piala Presiden
Pebulutangkis tunggal putri asal Papua, Agatha Gracia Rompas saat berlaga di Piala Presiden 2022. (PBSI)

AKURAT.CO, Mewakili daerah sendiri dalam turnamen nasional menjadi sebuah kebanggaan bagi setiap atlet. Hal itulah yang dirasakan oleh Agatha Gracia Rompas, gadis berusia 14 tahun yang membela Provinsi Papua di Kejuaraan Bulutangkis Piala Presiden 2022.

Agatha mewakili Papua untuk bertarung di nomor tunggal putri kelompok usia di bawah 15 tahun (U-15). Namun, langkahnya di Piala Presiden 2022 tidak begitu jauh lantaran harus terhenti di babak kedua. 

Bertanding di Gedung Olahraga Nanggala, Cijantung, Jakarta, Selasa (2/8) siang, Agatha kalah di tangan Mayla Cahya Afilian Pratiwi asal Jawa Barat. Ia kalah lewat pertarungan dua gim langsung dengan skor 16-21, 13-21. 

baca juga:

Walau kalah, Agatha tidak begitu kecewa dan mengaku puas. Terlebih, pebulutangkis kelahiran Jayapura, 31 Mei 2008 ini berhasil meraih kemenangan atas Charlene Kho Beverly Runtuwene asal Sulawesi Utara dengan skor 21-15, 21-13, sehari sebelumnya.

"Meski kalah, saya tetap puas dan senang. Saya bangga mewakili Papua dan bisa main di kejuaraan besar seperti Piala Presiden ini. Maklum, di Jayapura, jumlah pertandingannya terbatas," aku pemain asal klub Cendrawasih, Jayapura ini, dalam keterangan resmi PP PBSI.

Menurut Agatha, banyak pelajaran yang bisa dipetik. Pebulutangkis yang mengidolai legenda tunggal putri Susy Susanti ini mengaku senang bisa merasakan pengalaman bertanding di arena yang besar dengan lampu yang terang.

"Saya bisa mengambil banyak pengalaman dan mengasah mental bertanding. Senang pokoknya bisa main di kejuaraan ini. Saya juga bisa bertemu dengan pemain-pemain dari daerah lain," ujar putri tunggal pasangan Jefrey Rompas dan Yenny Lumanauw ini.

Lebih jauh, Agatha bercerita mengenai keinginan dan tekad kuatnya untuk bisa berprestasi dan bersaing di kancah bulutangkis nasional. Pelajar SMP Negeri 2 Abepura ini mengaku sudah berlatih di klub Jaya Raya Ragunan dalam setahun terakhir.

"Kalau saya cuma berlatih di Jayapura yang semuanya terbatas, kemampuan saya juga kurang terasah. Makanya, saya beranikan diri berlatih di Jakarta, kendati harus berpisah dengan orangtua," sebut Agatha. 

Sebagai informasi, sebelum mewakili Papua di Piala Presiden 2022, Agatha telah menjalani seleksi wajib yang berlangsung di Sentani, pertengahan Juli silam. Hasilnya, dia menjadi yang terbaik di KU-15 dan dikirim Papua ke kejuaraan bergengsi tingkat nasional ini. 

"Rasanya bangga bisa mewakili Papua di Piala Presiden ini. Setelah kalah, saya harus berlatih lebih keras lagi. Saya ingin menjadi juara di pentas bulutangkis," tutup Agatha.[]