Lifestyle

Meski Hanya Hoax Masuk Indonesia, Yuk Tetap Waspadai Varian Omicron

Kantor Staf Presiden atau KSP memastikan belum ada temuan varian Omicron di Indonesia


Meski Hanya Hoax Masuk Indonesia, Yuk Tetap Waspadai Varian Omicron
Ilustrasi - Varian Omicron (Pixabay/Gerd Altmann )

AKURAT.CO Kantor Staf Presiden (KSP) memastikan belum ada temuan varian Omicron di Indonesia. Sebelumnya, beredar kabar bahwa varian Covid-19 baru telah terdeteksi di Bekasi.  Laman resmi Pemerintah Kabupaten Bekasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi menyebut bahwa ada empat orang warga DKI Jakarta yang terpapar varian omicron.

Pemberitaan terkait hal ini dipublikasikan pada pada Selasa (7/12/2021) pukul 22.52 WIB. Hal ini pun telah dibantah oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainiarti. Menurut Enny, telah terjadi kesalahan dalam publikasi media di laman resmi Dinas Kesehatan Pemkab Bekasi. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan varian Omicron sebagai  Variant of Concern (VOC) pada 26 November 2021. Melansir dari laman resmi Centers for Disease Control and Prevention (CDC), varian Omicron kemungkinan akan menyebar lebih mudah daripada virus SARS-CoV-2 asli.

Akan tetapi, seberapa mudah Omicron menyebar dibandingkan dengan Delta masih belum diketahui. CDC hanya menyatakan bahwa siapa pun dengan infeksi Omicron dapat menyebarkan virus ke orang lain, bahkan jika mereka divaksinasi atau tidak memiliki gejala. 

"Seberapa baik varian Omicron menyebar mungkin tergantung pada faktor-faktor seperti vaksinasi dan tingkat infeksi sebelumnya, kata Aris Katzourakis, yang meneliti evolusi virus di Universitas Oxford, Inggris, dikutip AKURAT.CO dari Nature, Kamis (9/12/2021).

Mengutip WHO, saat ini tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa gejala yang terkait dengan Omicron berbeda dari varian lainnya. 

Vaksin saat ini diharapkan dapat melindungi siapapun agar tidak mengalami gejala parah, rawat inap, dan kematian akibat infeksi varian Omicron. Oleh sebab itu, kemunculan Omicron baru-baru ini semakin menekankan pentingnya vaksinasi dan booster. Namun, selalu ada kemungkinan untuk terinfeksi meskipun sudah divaksinasi secara lengkap (dua dosis). 

Jadi, meskipun varian Omicron dinyatakan belum masuk ke Indonesia, masyarakat diminta untuk tetap patuh pada protokol kesehatan (prokes).

Semua varian Covid-19, termasuk varian Delta yang dominan di seluruh dunia, dapat menyebabkan penyakit parah atau kematian, khususnya bagi orang-orang yang paling rentan, sehingga pencegahan selalu menjadi kunci.

Vaksin Covid-19 sangat efektif untuk mencegah penyakit parah, rawat inap, dan kematian. Masker pun menawarkan perlindungan terhadap semua varian. CDC terus merekomendasikan memakai masker di tempat umum di dalam ruangan di area dengan transmisi komunitas yang substansial atau tinggi, terlepas dari status vaksinasi.[]