Olahraga

Meski Diejek Penonton, Henderson Tegaskan Aksi Lawan Rasisme Jalan Terus

Sekelompok suporter mengejek pemain Inggris ketika melakukan aksi berlutut sebagai simbol melawan rasisme di Middlesbrough, pekan lalu.


Meski Diejek Penonton, Henderson Tegaskan Aksi Lawan Rasisme Jalan Terus
Jordan Henderson ketika mengkapteni Inggris dalam laga persahabatan melawan Rumania di Middlesbrough, Inggris, pekan lalu.

AKURAT.CO, Salah satu pemain senior Tim Nasional Inggris, Jordan Henderson, mengatakan bahwa timnya tidak bakal berhenti untuk melakukan aksi melawan rasisme. Penegasan ini disampaikan Henderson tersebut setelah sejumlah penggemar mengejek pemain Inggris yang melakukan aksi berlutut di dua laga terakhir.

Dalam dua pertandingan persahabatan di Stadion Riverside di Middlesbrough menghadapi Austria dan Rumania pekan lalu, sejumlah penonton yang berada di salah satu sisi tribun mengeluarkan teriakan ejekan ketika Tim Tiga Singa–julukan Inggris–berlutut sebelum laga sebagai simbol melawan rasisme.

“Menurut saya itu menunjukkan bahwa jika masih ada orang yang mengejek karena kami berdiri bersama melawan rasisme, maka di sana masih benar-benar ada masalah dan kami tetap harus bertarung melawannya dan berdiri bersama,” ucap Henderson sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Itu semakin menunjukkan bahwa kami harus terus maju, tetap melawannya. Dari sisi kami, ini adalah tentang kebersamaan dan melakukan apa yang kami anggap benar.”

Pernyataan ini juga menjadi isyarat dari Henderson jika hal serupa kembali terjadi ketika Inggris melakoni pertandingan pertama Piala Eropa 2020 menghadapi Kroasia di Stadion Wembley di London, 13 Juni 2021. Gelandang berusia 30 tahun itu juga menyebut bahwa ejekan penonton tidak akan menimbulkan pengaruh apapun.

“Itu tidak (berdampak),” kata Henderson. “Kami telah berjelas-jelas bahwa kami semua akan berdiri melawan rasisme. Itu adalah alasan kami terus melakukan aksi berlutut.”

Ejekan penonton terhadap pemain Inggris di dua laga persahabatan tersebut juga memicu perdebatan di luar sepakbola. Salah satunya adalah sikap menolak mengecam ejekan tersebut dari Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson.

Pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate, berdiri bersama pemainnya untuk menentang rasisme. Southgate juga menolak bahwa pemain dan juga pelatih semestinya hanya berfokus pada sepakbola belaka dan tidak menyinggung urusan rasisme.

“Saya tidak pernah percaya bahwa kami seharusnya ketat hanya di sepakbola saja. Saya tahu suara saya membawa bobot, bukan karena siapa saya tetapi karena posisi yang saya emban,” kata Southgate.

“Saya punya tanggung jawab untuk komunitas yang lebih luas untuk menggunakan suara saya, dan juga demikian para pemain.”[]