News

Meski Dibayangi Isu Antraks, Penjualan Sapi di Tulungagung Masih Ramai

Penjualan ternak sapi di sejumlah pasaran hewan di Tulungagung, Jawa Timur terpantau tetap ramai meski dibayang-bayangi isu antraks


Meski Dibayangi Isu Antraks, Penjualan Sapi di Tulungagung Masih Ramai
Ilustrasi petani ternak sedang mengembala ternak sapi miliknya. (KALTIMPROV.GO.ID)

AKURAT.CO, Penjualan ternak sapi di sejumlah pasaran hewan di Tulungagung, Jawa Timur terpantau tetap ramai meski dibayang-bayangi isu antraks yang dikhawatirkan akan menyebar dari wilayah pegunungan Pagerwojo ke daerah-daerah sekitar sehingga memengaruhi penjualan.

Seperti terlihat di Pasar Hewan Beji yang berada di pinggiran Kota Tulungagung, aktivitas pasaran terlihat ramai oleh pedagang berikut ternaknya yang diangkut dari daerah-daerah untuk dijual.

Demikian pula sebaliknya, banyak pula pedagang yang membeli ternak warga untuk dikumpulkan dulu atau bahkan langsung dijual.

"Kalau penjualan (sapi) sampai hari ini normal-normal saja. Pedagang yang berjualan banyak," kata salah satu pedagang sapi asal Kecamatan Rejotangan, Kolik Riski Efendi, Kamis, (10/6/2021).

Ia memperkirakan, volume penjualan sapi di pasar hewan beji maupun pasar hewan yang ada di daerah lain di seperti di Ngunut akan semakin tinggi seiring datangnya Hari Raya Kurban yang jatuh pada Jumat, 23 Juli.

Sejumlah pedagang sebenarnya juga tahu temuan kasus antraks di sentra peternakan warga di Desa Sidomulyo. Namun mereka tidak mau panik, dan mengikuti alur pasar.

"(Antraks) tidak ada pengaruh sama sekali kok,” ucap Kolik. Ia mengakui tren penjualan selama kurun tiga tahun ini cenderung menurun. Namun menurutnya tren itu lebih dipengaruhi faktor pandemi.

Sebelum pendemi, setiap pasaran pedagang sapi bisa membawa hingga 12 ekor sapi dan selalu habis. Namun sejak Pandemi berlangsung, dirinya hanya bisa menjual antara lima hingga enam sapi per harinya.

“Mulainya ya setahunan (pandemi berawal),” ujarnya.

Disinggung isu adanya penolakan sapi asal Tulungagung akibat Anthrax di Desa Sidomulyo, dengan tegas dirinya menolak. Buktinya, selama ini dirinya masih bisa mengirim sapi ke luar kota.

“Kita masih kirim ke Surabaya juga,” katanya.

Pada Idul Fitri lalu, penjualan sempat naik, meski tak signifikan. Dan sapi yang terjual adalah jenis pedaging. []

Sumber: ANTARA

Erizky Bagus

https://akurat.co