Lifestyle

Meski Diancam Resesi Global, Bali Bisa Tarik Wisatawan Dengan Alam Budaya dan Ekonomi Dosmetik

Meski Diancam Resesi Global, Bali Bisa Tarik Wisatawan Dengan Alam Budaya dan Ekonomi Dosmetik
Ilustrasi Bali (Unsplash/Kharl Anthony Paica)

AKURAT.CO Risiko resesi global diperkirakan bakal melanda dunia pada 2023. Resesi ini dipicu pengetatan moneter oleh banyak bank sentral, imbas perang Ukraina-Rusia, hingga kebijakan zero-Covid di China. 

Sejumlah negara pun berupaya untuk menghindari risiko tersebut, salah satunya di sektor pariwisata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan dirinya optimis bahwa Indonesia dapat menarik wisatawan, terutama wisatawan global melalui kekuatan alam dan budaya disertai ekonomi dosmetik.

baca juga:

"Kita akhirnya harus menggunakan kekuataan kita, yaitu kekuatan nature dan culture. Kita kuat sekali karena destinasi wisata alam itu ada sensasi tersendiri yang tidak bisa ditemukan di manapun," ujar Sandiaga Uno dalam acara The Weekly Brief with Sandi Uno pada akun YouTube Kemenparekraf RI, dikutip pada Selasa (4/10/2022)

Optimisme diduga dengan tercapainya 550 juta target pergerakan wisatawan nusantara (wisnus). 

Dengan tercapainya target tersebut, Sandiaga Uno mengaku pihaknya akan mengejar jumlah target wisnus selanjutnya yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo, yaitu 1,6 miliar.

Akan tetapi, dia tidak menampik bahwa inflasi dan potensi resesi global akan berpengaruh terhadap pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. 

Bahkan, bagi dirinya, dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah mulai terlihat, seperti adanya penurunan tingkat keterisian hotel dan penurunan konsumsi oleh-oleh kriya.

"Tetapi kami meyakini bahwa kekuatan kita adalah domestik ekonomi. Jadi, kita akan menyikapi potensi resesi ini dengan penguatan UMKM. Sebab, (dampak) resesi ini adalah susah mencari kerja, maka harus diselesaikan dengan pemberdayaan UMKM karena 97 persen lapangan kerja dihasilkan melalui UMKM," tegas Sandiaga Uno.