News

Meski Berdampak ke Ekonomi, Pemkab Ciamis Putuskan Pemberlakukan PPKM

Meski Berdampak ke Ekonomi, Pemkab Ciamis Putuskan Pemberlakukan PPKM
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya (tengah) dan sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengikuti simulasi gerakan cuci tangan pada sosialisasi pencegahan virus corona lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020). Sosialisasi tersebut untuk meningkatkan kesadaran kepada tenaga pendidik tentang gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mengantisipasi penyebaran virus Corona (COVID-19) karena Pemprov Jabar telah menetapkan wilayah Jabar siaga satu. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

AKURAT.CO, Dalam mengendalikan penularan COVID-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis, Jawa Barat memutuskan untuk memberlakukan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sesuai instruksi dari Kementerian Dalam Negeri yang mulai diberlakukan 11 sampai 25 Januari 2021.

"Mudah-mudahan dengan PPKM ini tracing di Kabupaten Ciamis bisa melandai lagi, saat ini masih di level oranye," kata Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya melalui siaran pers di Ciamis, Minggu, (10/1/2021).

Ia menuturkan, jajaran Pemkab Ciamis sudah melaksanakan rapat koordinasi yang memutuskan untuk mengikuti instruksi Menteri Dalam Negeri tentang pemberlakuan PPKM dalam rangka pengendalian penyebaran COVID-19.

baca juga:

Menurut dia, keputusan PPKM itu cukup berat bagi masyarakat yang saat ini sedang berkembang perekonomiannya di tengah pandemi COVID-19.

"Pelaksanaan PPKM ini di samping berat bagi masyarakat, berat juga bagi Pemkab Ciamis karena harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit sementara anggarannya belum teranggarkan," katanya.

Menurut dia, kebijakan PPKM akan berdampak bagi kehidupan masyarakat terutama sektor perekonomian yang akan terganggu.

Namun di sisi lain, kata dia, ada juga yang lebih penting yaitu kesehatan dan keselamatan masyarakat agar tetap bertahan hidup melewati wabah COVID-19.

"Ini memang keputusan yang berat, di sisi lain saat ini masyarakat mau berkembang, namun kita harus mengambil sikap dan keputusan hari ini untuk melaksanakan PPKM," tegasnya.

Ia mengungkapkan alasan memberlakukan PPKM karena kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Ciamis terus bertambah, bahkan setiap harinya ada 20 sampai 30 orang positif COVID-19.

Sumber: ANTARA