Lifestyle

Meski Belum Ada Kasus Cacar Monyet Di Indonesia, Ada Peringatan Dini Bagi PPLN

Kemenkes) RI menegaskan, belum ada kasus cacar monyet yang dikonfirmasi di Indonesia. Ada peringatan dini bagi pelaku PPLN


Meski Belum Ada Kasus Cacar Monyet Di Indonesia, Ada Peringatan Dini Bagi PPLN
Ilustrasi Cacar Monyet atau Monkeypox (Pixabay/Gerd Altmann )

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan, belum ada kasus cacar monyet atau monkeypox yang dikonfirmasi di Indonesia.

"Sekali lagi saya sampaikan, di Indonesia belum ada kasus cacar monyet," ujar Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril dalam dalam konferensi pers virtual 'Kasus Hepatitis Akut dan Cacar Monyet di Indonesia', Selasa (24/5/2022).

Syahril menambahkan, jika ada kasus yang dicurigai, pihak Kemenkes akan langsung mendapatkan laporan dari faskes, seperti puskesmas atau rumah sakit.

baca juga:

Namun, pemerintah memberikan warning atau perhatian dini bagi para pelaku perjalanan.

Menurut Syahril, perhatian dini ini khususnya diberikan pada pelaku perjalanan warga negara indonesia dan warga negara asing yang baru tiba dari negara-negara dengan laporan kasus cacar monyet. 

Seperti diketahui,  kini sudah ada 15 negara yang mencatat kasus cacar monyet. Beberapa di antaranya yakni Amerika Serikat, Australia, Belgia, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Belanda hingga Portugal.

"Warning kepada pelaku perjalanan luar negeri, baik itu WNI ke negara yang saya sebutkan, yang saat ini terjangkit, atau bagi warga negara asing yang ke sini," terangnya. 

"Untuk (pelaku perjalanan) waspada pada gejala-gejalanya. Sekaligus melakukan konsultasi ke dokter dan faskes manakala gejala timbul dari negara-negara tadi," tambahnya.

Perlu diketahui, gejala cacar monyet biasanya muncul pada 6-18 hari setelah terpapar, tetapi adapula gejala yang bertahan hingga 21 hari. 

Gejala cacar monyet, kata Syahril, diawali dengan ruam atau lesi di bagian muka hingga menyebar ke badan.

"Ini paling infeksius atau paling menular, itu timbul ruam-ruam atau lesi, cacar begitulah di kulit terutama di muka. Dimulai dari muka, kemudian menyebar ke badan, dan juga ke tangan. Ini yang menjadi ciri khas cacar ini dan ini sangat infeksius. Diperlukan sampai tiga minggu," jelasnya.

Syahruil juga menyampaikan agar masyarakat tak perlu khawatir karena meski mudah menular, penyakit ini bisa sembuh sendiri.

"Namun apabila pada orang dengan risiko tinggi atau imunitas turun, bisa berefek berat," sambungnyanya.

Sejauh ini sudah lebih dari 100 kasus cacar monyet dilaporkan terdeteksi di 16 negara di luar Afrika. 

Beberapa negara Eropa menduga, penyebaran virus didorong oleh aktivitas seksual, meskipun cacar monyet sendiri spesifiknya bukan penyakit infeksi menular seksual.