Olahraga

Meski Banyak Protes, IOC Tegas Olimpiade Tokyo Jalan Terus

Seorang pengunjuk rasa menentang Olimpiade Tokyo 2020 masuk ke dalam konferensi pers virtual IOC.


Meski Banyak Protes, IOC Tegas Olimpiade Tokyo Jalan Terus
Sejumlah orang melakukan demonstrasi menolak penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo, Jepang, 24 Juli 2020. (REUTERS/Issei Kato)

AKURAT.CO, Komite Olimpiade Internasional (IOC) bersitegas untuk tetap menyelenggarakan Olimpiade Tokyo 2020 meski banyak yang menentang karena mempertimbangkan pandemi virus corona (COVID-19). Terakhir, demonstran penentang olimpiade bahkan masuk ke konferensi pers virtual resmi IOC.

Dalam konferensi pada Rabu (12/5) lalu, seorang demonstran yang mengaku bekerja untuk Yahoo masuk dan menampilkan baliho bertuliskan pesan penolakan terhadap Olimpiade Tokyo.

“Tak ada olimpiade di tempat manapun. Fuck olimpiade. Kami tidak ingin olimpiade. Tidak ada olimpiade di LA (sebutan untuk Los Angeles). Tidak ada olimpiade di Tokyo,” sebut pengunjuk rasa tersebut sebagaimana dipetik dari The Guardian.

Penyelenggara langsung memutus sambungan video pengunjuk rasa tersebut. Setelah diselidiki, diketahui pengunjuk rasa yang merupakan seorang pria tersebut merupakan bagian dari gerakan penolakan olimpiade dengan tajuk NOlympics LA sehubungan dengan Olimpiade 2028 yang akan digelar di LA.

Di Jepang sendiri, negara tersebut telah mencatat 600 ribu kasus virus corona dengan lebih dari 10.500 kematian sebagai angka terbesar di Asia Timur. Pada Sabtu (8/5), Jepang mencatat 7.000 kasus sebagai yang tertinggi sejak Januari 2021.

Ditambah lagi, sejauh ini baru dua persen dari 126 juta masyarakat Jepang yang sudah menerima setidaknya sekali suntikan vaksin corona. Beberapa rumah sakit juga dikabarkan sedang menghadapi gelombang pasien yang membutuhkan lebih banyak tempat tidur.

Juru bicara IOC, Mark Adams, mengatakan bahwa ia yakin olimpiade tetap terlaksana setelah melakukan pembicaraan dengan rekanan di Jepang. Beberapa acara uji coba juga sudah digelar secara aman dengan mengikuti protokol kesehatan.

“Seiring berjalannya waktu, dan sejalan kami bicara dengan mitra dan teman dari Jepang, kami akan bergerak sepenuhnya,” kata Adams.

“Ada beberapa perluasaan kecil untuk situasi darurat, tetapi kami akan terus dengan rencana perhelatan penuh–dan itu adalah cara yang harus terjadi dan hanya itu jalannya bagi kami.”

Olimpiade Tokyo 2020 akan digelar pada 23 Juli–8 Agustus 2021 sebagai jadwal tunda dari tahun lalu. Sebanyak lebih dari sebelas ribu atlet dari penjuru dunia diperkirakan akan tampil di pesta olahraga terbesar sejagad bumi ini.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu