News

Mesir Sandera Kapal Ever Given yang Blokir Terusan Suez, Tuntut Ganti Rugi Rp13 Triliun

Kapal raksasa yang memblokir Terusan Suez, Mesir, dan melumpuhkan perdagangan dunia selama hampir seminggu telah 'disandera' atas perintah pengadilan


Mesir Sandera Kapal Ever Given yang Blokir Terusan Suez, Tuntut Ganti Rugi Rp13 Triliun
Kapal Ever Given yang telah dibebaskan dipindahkan ke Great Bitter Lake (BBC)

AKURAT.CO, Kapal raksasa yang memblokir Terusan Suez, Mesir, dan melumpuhkan perdagangan dunia selama hampir seminggu telah 'disandera' atas perintah pengadilan. Kapal itu baru akan dibebaskan lagi setelah pemilik kapal membayar USD 900 juta (Rp13 triliun), menurut keterangan otoritas Terusan Suez pada Selasa (13/4).

Dilansir dari AFP, kapal Ever Given disita karena belum membayar ganti rugi USD 900 juta (Rp13 triliun), menurut Kepala Otoritas Terusan Suez (SCA) Osama Rabie. Kapal milik Jepang, dioperasikan Taiwan, dan berbendera Panama itu terjepit secara diagonal di arteri perdagangan global yang sempit, tetapi penting dalam badai pasir pada 23 Maret. Akibatnya, dilakukan upaya besar-besaran selama 6 hari oleh personel Mesir dan spesialis penyelamatan internasional untuk membebaskannya.

Menurut perusahaan data maritim Lloyd's List, pemblokiran itu telah menyebabkan tertahannya kargo senilai sekitar USD 9,6 miliar (Rp140 triliun) setiap hari antara Asia dan Eropa. Mesir pun kehilangan pendapatan antara USD 12-15 juta (Rp175-219 miliar) per hari selama kanal tersebut ditutup.

"Angka kompensasi USD 900 juta (Rp13 triliun) dihitung berdasarkan kerugian yang diderita oleh kapal yang berlabuh serta biaya pelepasan dan pemeliharaan, menurut putusan pengadilan yang dijatuhkan oleh Pengadilan Ekonomi Ismailia," terang Rabie.

Ia tak secara eksplisit merujuk kepada pemiliknya dari Jepang, Shoei Kisan Kaisha. Namun, sumber yang berbeda dari SCA mengatakan kepada AFP pada Selasa (13/4) bahwa negosiasi mengenai kerusakan antara perusahaan tersebut, perusahaan asuransi, dan SCA sedang berlangsung.

Dalam pengajuan gugatannya, SCA mengacu pada pasal 59 dan 60 undang-undang perdagangan maritim Mesir yang menetapkan bahwa kapal akan tetap disita sampai tuntutan itu dibayar penuh.

Kapal Ever Given dipindahkan ke tempat berlabuh yang tidak mengganggu di Danau Bitter setelah berhasil dibebaskan pada 29 Maret. Kemacetan sekitar 420 kapal di pintu masuk utara dan selatan menuju kanal pun dibereskan pada awal April.

Terusan Suez berkontribusi kepada Mesir lebih dari USD 5,7 miliar (Rp83 triliun) pada tahun fiskal 2019-2020, menurut angka resmi.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu