News

Melonjak Tajam, Kasus COVID-19 di DKI Hari Ini  2.722 Orang

Kasus COVID-19 di DKI Jakarta kembali meroket efek libur panjang Lebaran 2021.


Melonjak Tajam, Kasus COVID-19 di DKI Hari Ini  2.722 Orang
Petugas melakukan pengambilan cairan dari hidung dan mulut untuk tes swab Antigen bagi para perwira dan anggota TNI serta Wartawan yang akan ikut dalam kapal KRI Semarang, di Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Senin (11/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Kasus COVID-19 di DKI Jakarta kembali meroket efek libur panjang Lebaran 2021. Kasus harian wabah mematikan itu mengalami lompat yang signifikan, dari jumlah pasien sebelumnya yang berkisar di angka 1.000 kini melampaui angka 2.000 pasien.

Data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta Pemerintah Provinsi DKI telah melakukan tes PCR kepada 11.671 orang pada Senin (14/6/2021), dari jumlah itu 2.722 orang dinyatakan positif mengidap wabah mematikan itu.

Dengan penambahan kasus baru ini, maka secara kumulatif jumlah kasus di Jakarta di hitung sejak Maret 2020 sudah tembus 450.793 kasus

Sementara itu pasien yang dinyatakan sembuh pada hari ini mencapai 1.032 orang sehingga total yang telah pulih menjadi 424.088 orang.

Di sisi lain DKI mencatat ada 38 kematian pada hari ini, dengan demikian total warga DKI yang meninggal karena corona berjumlah 7.609 orang.

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku gelombang ledakan COVID-19 kembali terjadi di Jakarta setelah libur panjang Lebaran 2021. Bahkan dalam sepekan belakangan persentase kenaikan kasus aktif di Jakarta cukup mengkhawatirkan.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini meminta masyarakat tidak anggap enteng gelombang baru ledakan wabah ini sebab posisi Jakarta bisa genting kalau ledakan wabah corona kali ini gagal diantisipasi.

"Saya ingin sampaikan kepada semuanya bahwa kondisi yang dihadapi oleh kita semua di Indonesia termasuk di Jakarta, ada sebuah gelombang baru yang tidak boleh dianggap enteng karena lonjakan pertumbuhan kasusnya itu banyak," kata Anies.

Kenaikan kasus corona di Jakarta diakibatkan mobilitas masyarakat di luar rumah jelang Idul Fitri 1442 H  baik yang berangkat mudik maupun yang berkerumun di pasar-pasar, belum lagi silaturahmi tatap muka pada hari raya juga disebut memantik munculnya kasus baru.

Mengantisipasi agar sebaran penularan coroan ini merembet ke mana-mana, Anies Baswedan meminta warganya untuk tetap ada di rumah. Semua kegiatan bisa dilakukan secara daring kecuali untuk kebutuhan yang sangat mendesak.

"Saya mengajak seluruh masyarakat sadari bahwa kita masih dalam kondisi pandemi artinya tinggalah di rumah kecuali untuk kebutuhan yang urgent, untuk kebutuhan yang mendasar. selebihnya tinggallah di rumah," pintanya.