Rahmah

Merinding! Saat Sahabat Nabi Abdullah bin Umar Melihat Neraka

Di dalam mimpinya, Abdullah bin Umar berjumpa dengan dua malaikat. Kedua malaikat itu lalu memegang kedua tangannya dan membawanya ke neraka.


Merinding! Saat Sahabat Nabi Abdullah bin Umar Melihat Neraka
ilustrasi Api Neraka (DUTA ISLAM)

AKURAT.CO  Di zaman Rasulullah SAW, jika para sahabat yang mulia bermimpi, mereka akan mengadukan dan menceritakannya kepada Baginda Rasulullah SAW. Suatu malam, ada sahabat nabi bernama Abdullah bin Umar RA, beliau pergi menuju Masjid Nabawi. Sesampainya di masjid, beliau kemudian membaca Al-Qur'an sampai kelelahan. Sehingga ia hendak tidur setelah membaca Al-Qur'an yang cukup lama.

Sebelum tidur, seperti biasa, dia menyucikan diri dengan cara berwudhu, barulah setelah itu ia merebahkan badan dan berdoa, “Bismika Allahumma ayha wa bismika amutu; ya Allah, dengan nama-Mu aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati,".

Abdullah bin Umar kemudian memejamkan mata secara pelan-pelan, sambil terus bertasbih dengan menyebut nama Allah SWT hingga akhirnya beliau terlelap. Di dalam tidurnya yang nyenyak itu, beliau bermimpi.

Di dalam mimpinya, Abdullah bin Umar berjumpa dengan dua malaikat. Kedua malaikat itu lalu memegang kedua tangannya dan membawanya ke neraka. Di neraka itu bagai sumur yang menyalakan api berkobar-kobar yang luar biasa panasnya. Abdullah bin Umar melihat orang-orang yang dikenalnya di dalam neraka. Mereka terpanggang dan menanggung siksa yang amat sangat pedih.

Melihat keadaan neraka yang begitu mengerikan dan menakutkan itu, Abdullah bin Umar seketika berdoa, “A’udzubillahi minannaar. Aku berlindung kepada Allah dari api neraka.” Abdullah bin Umar kemudian bertemu dengan malaikat lain. Malaikat itu berkata, “Kau belum terjaga dari api neraka!”.

Keesokan harinya, Abdullah bin Umar menangis mengingat mimpi yang dialaminya itu. Lalu, dia pergi ke rumah Hafshah binti Umar, istri Rasulullah SAW. Dia bercerita perihal mimpinya itu dengan hati yang cemas dan dibarengi dengan rasa takut.

Hafsah kemudian menemui Baginda Nabi dan menceritakan mimpi yang dialami saudara kandungnya itu pada beliau. Seketika itu, beliau bersabda, “Sebaik-baik lelaki adalah Abdullah bin Umar kalau dia mau melakukan salat malam!”.

Mendengar sabda Nabi itu, Hafshah bergembira. Dia langsung menemui adiknya, Abdullah bin Umar dan berkata,

"Nabi mengatakan bahwa kau adalah sebaik-baik lelaki jika kau mau shalat malam. Dalam mimpimu itu, malaikat yang terakhir kau temui mengatakan bahwa kau belum terjaga dari api neraka. Itu karena kau tidak melakukan shalat tahajud. Jika kau ingin terselamatkan dari api neraka, dirikanlah salat tahajud setiap malam. Jangan kau sia-siakan waktu sepertiga malam; waktu di mana Allah SWT memanggil-manggil hamba-Nya; waktu ketika Allah mendengar doa hamba-Nya.”

Sejak saat itu, Abdullah bin Umar tidak pernah meninggalkan salat tahajud sampai akhir hayatnya. Bahkan, kerap kali dia menghabiskan waktu malamnya untuk melaksanakan salat dan menangis di hadapan Allah SWT. Setiap kali mengingat mimpinya itu, dia menangis. Dia berdoa kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka.

Apalagi jika dia juga ingat sabda baginda Nabi SAW, “Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksanya pada hari kiamat adalah seseorang yang diletakkan pada kedua tepak kakinya bara api yang membuat otaknya mendidih. Dia merasa tidak ada orang lain yang lebih berat siksanya daripada dia. Padahal, sesungguhnya siksa yang ia terima adalah yang paling ringan di dalam neraka,".

Dia berusaha untuk beribadah kepada Allah, mencari ridha Allah, agar termasuk hamba hamba-Nya yang terhindar dari siksa neraka dan memperoleh kemenangan surga.

Akhirnya, dia bisa merasakan betapa nikmatnya salat tahajud. Betapa agung keutamaan salat tahajud. Tidak ada yang lebih indah dari saat-saat ia sujud dan menangis kepada Allah SWT pada malam hari. Wallahu A'lam.[]