News

Merinding! 4 Jenazah ini Dipertontonkan untuk Umum, Ada yang Jadi Properti Sirkus 

Kasus jenazah diawetkan dan disimpan pada kenyataannya kerap terjadi di sejumlah negara.


Merinding! 4 Jenazah ini Dipertontonkan untuk Umum, Ada yang Jadi Properti Sirkus 
Gambar hanya untuk ilustrasi (Times of India)

AKURAT.CO  Belakangan ini, sejumlah media Tanah Air ramai mengulas kasus penyimpanan jenazah dari seorang bocah SMP di dalam kamar di rumahnya di Pemalang, Jawa Tengah. Laporan kemudian menyebut bahwa jenazah gadis perempuan itu telah disimpan setidaknya lebih dari dua bulan, dengan keluarga meyakini bahwa ia masih memiliki nyawa. Sehingga, mereka memutuskan untuk menyimpan dan mengawetkannya di dalam rumah. 

Kasus jenazah orang awam yang diawetkan dan disimpan seperti itu pun pada kenyataannya kerap terjadi di sejumlah negara lain. Beberapa dari mereka juga sengaja diawetkan dan bahkan dipamerkan untuk umum. Hingga, tak jarang, warga yang melihat jenazah-jenazah tersebut dibuat merinding dan ketakutan.

Siapa sajakah mereka dan bagaimana kisahnya?

baca juga:

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO menghimpun 4  jenazah yang diawetkan dan dijadikan pameran untuk publik.

1. Jenazah Luang Pho Daeng

 Alchetron

Luang Pho Daeng adalah seorang biksu Buddha yang lahir pada tahun 1894 di Pulau Koh Samui Thailand. Pada tahun 1973, Luang meninggal saat tengah bermeditasi. Sejak saat itu, jenazahnya dipajang di dalam sebuah kotak emas bersisikan kaca, dengan posisi sama saat ia meninggal dalam meditasinya. 

Jenazah Luang itu dipajang di sebuah kuil bernama Wat Khunaram di pulau Ko Samui di Provinsi Surat Thani. Mumi Luang terkenal karena memakai kacamata hitam, ditempatkan oleh penjaga untuk menyembunyikan rongga mata yang membusuk agar tampilannya tidak terlalu mengganggu. 

Sebuah artikel kemudian menyebut bahwa dulunya, Luang ditahbiskan sebagai biksu ketika dia masih muda. Namun, dikisahkan bahwa Luang meninggalkan perannya itu untuk menikah. Dengan pernikahannya, Luang dikarunia enam orang anak. 

Ketika anak-anak itu beranjak dewasa, Luang memutuskan 'kembali', dan mengabdikan sisa hidupnya untuk agama Buddha. Setelah kembali ditahbiskan menjadi biksu, Luang hijrah ke Bangkok, dan belajar lebih banyak tentang kepercayaannya. 

Di pulau Koh Samui, di lepas pantai timur Thailand, Luang lalu mulai bermeditasi di sebuah gua di Tham Yai. Saat itu, Luang ingin bermeditasi sebelum kembali ke rumah keluarganya di belakang kuil Wat Khunaram.

Kemudian saat mendekati usia 80 tahun, Luang memiliki firasat bahwa kematiannya sudah dekat. Ia mengumpulkan murid-muridnya, dan mengatakan soal keinginan terakhirnya. Luang pun mulai berkata soal nasib jenazahnya. Dikatakan bahwa jika tubuhnya mulai membusuk, Luang ingin badannya dikremasi dengan abunya tersebar di 'Saam Jaeg' atau persimpangan bercabang tiga di Hua Thanon. 

Namun, jika tubuhnya ternyata tidak membusuk, maka ia harus dipajang di peti mati tegak. Dikatakan ini adalah cara Luang agar bisa memberi inspirasi untuk 'generasi mendatang dalam mengikuti ajaran Buddha dan diselamatkan dari penderitaan'.

Sementara, artikel lain tentang biksu tersebut menunjukkan bahwa telur tokek terkadang menetas di dalam jenazahnya. Dari pemindaian radiografi, beberapa telur itu bahkan ditemukan di rongga mata, mulut, hingga bawah kulitnya. 

2. Jenazah Speedy Atkins

 Alchetron

Charles Henry 'Speedy' Atkins adalah seorang pekerja tembakau biasa di Kentucky, Amerika Serikat (AS). Ia hidup pada tahun 1875 hingga kematiannya, pada tahun 1928. Atkins mendapat julukan 'Speedy' karena kecepatannya bekerja di tembakau.

Setelah menjalani hidup sebagai orang miskin, Atkins meninggal usai tenggelam saat memancing di Sungai Ohio. Ketika Atkins tewas, tidak ada keluarga atau teman yang mengklaim jenazahnya. Setelah kematiannya itu, otoritas kota lalu menyerahkan tubuhnya ke pemakaman warga miskin kepada temannya A.Z. Hamock. Saat itu, Hamock sendiri menjadi satu-satunya pengurus jenazah keturunan Afrika-Amerika di kota tersebut. Namun, alih-alih menguburkan Atkins, Hamock meminta izin dari koroner setempat untuk bereksperimen pada jenazah Atkins dan menggunakan cairan pembalseman barunya.

Setelah diawetkan itulah, jenazah Atkins kadang-kadang dipajang di rumah duka. Penduduk setempat atau turis bisa melihat dengan bebas penampakan tubuh Atkins yang sudah tak bernyawa.

Dilaporkan, istri Hamock, Velma memiliki hak asuh atas jenazah Atkins setidaknya selama 45 tahun, membuat mumi tersebut semakin terkenal dan menjadi daya tarik populer. Jenazah Atkins dimakamkan pada 1994, 66 tahun setelah dia tenggelam. 

Saat itu, acara pemakaman Atkins berlansung secara meriah dengan media nasional dan TV meliputnya secara serentak. Setidaknya 200 orang berkumpul, mengambil foto di samping peti mati Atkins yang terbuka selama prosesi pemakaman di Gereja Baptis Washington Street di Paducah, Kentucky. 

Kondisi jenazah Atkins dilaporkan tidak bau meski sudah diawetkan selama lebih dari enam setengah dekade. Velma bahkan mengaku kagum karena kerja suaminya itu, mayat Atkins masih utuh. 

Sayangnya, hingga kini, tidak ada yang tahu rahasia pembalseman yang dilakukan Hamock kepada Atkins. Hamock membawa rahasia pengawet tersebut hingga kematiannya.

3. Jenazah Elmer McCurdy

 History Collection

Lahir pada 1 Januari 1880, Elmer J. McCurdy dikenal sebagai seorang perampok bank dan kereta api AS. Tanggal 7 Oktober 1911, McCurdy yang sempat sesumbar tidak akan pernah tertangkap hidup-hidup, akhirnya tewas selama pengejaran polisi di Oklahoma.  Ia meninggal pada usia 31 tahun usai tertembak saat pengejaran polisi selama perampokan Kereta Katy di Oklahoma.

Sheriff yang menembak kemudian menjual mayat McCurdy kepada seorang pemilik karnaval, di mana mayat itu dijadikan mumi. Setelah itulah, jenazah McCurdy justru menjadi semacam 'boneka hiburan'. Menurut laporan, jenazah McCurdy bahkan menjadi salah satu properti di karnaval keliling dan sirkuit tontonan selama tahun 1920-an hingga 1960-an.

Dilaporkan bahwa mayat penjahat itu sempat diperjual belikan oleh beberapa orang lain sebelum diserahkan kepada pemilik karnaval Louis Sonney sebagai jaminan atas pinjaman yang gagal dilunasi.

McCurdy kemudian menjadi bintang dalam sirkus keliling Sonney hingga akhir Perang Dunia II. Kemudian, ketika atraksi tersebut kehilangan daya tariknya, mayat McCurdy dijual ke Museum Lilin Hollywood dan kemudian dibeli oleh Taman Hiburan Nu-Pike, yang melukis dan menggantungnya di tiang gantungan pameran.  'Karier' McCurdy sebagai boneka pajangan barulah berakhir setelah ia muncul sebagai properti dalam sebuah episode serial televisi The Six Million Dollar Man. Saat itu, tidak ada orang yang tahu sampai salah satu lengan McCurdy jatuh, dan seorang teknisi melihat tulang manusia.  

Setelah petugas koroner menemukan peluru di tangan mayat itu, identitas McCurdy terkuak pada Desember 1976. Terungkap juga bahwa mayat McCurdy pernah dijual belikan di berbagai karnaval hingga pameran. 

Pada April 1977, atau enam dekade setelah kematiannya, jenazah McCurdy akhirnya dimakamkan di Pemakaman Summit View di Guthrie, Oklahoma.

4. Jenazah Hazel Farris

 Anomalien.com

Hari ini, rambut Hazel Farris sebagian besar telah hilang. Begitu pula dengan mata dan hidungnya. Giginya juga sudah banyak yang hilang, dan tidak banyak daging yang tersisa di tulangnya. 

Meski begitu, tubuhnya tidak membusuk, dan ada satu yang selalu menarik dari jenazah Farris yang mengering. Itu termasuk kisah di balik jari manis tangan kanannya yang hilang. . 

Farris yang hidup pada tahun 1880-1906, dulunya pernah menembak dan menghabisi nyawa lima orang. Wanita asal Kentucky, AS ini konon bunuh diri untuk menghindari penangkapan. Beberapa laporan menyebut ia mati karena minum wiski dicampur arsenik atau mungkin strychnine.

Kisah Farris berawal ketika ia bertengkar soal keinginan untuk membeli topi dengan suami pertamanya yang pemabuk. Pasangan itu bertengkar, dan entah  bagaimana, Farris menembak suaminya tersebut sampai tewas. Ketika tetangga mendengar suara tembakan, mereka memberi tahu polisi. Lalu, tiga orang penegak hukum menyerbu rumah Farris.

Nahas, para penegak hukum itu juga akhirnya menjadi korban. Setelahnya, seorang wakil sheriff datang menyelidiki, dan saat kakinya tersandung jasad suami Farris, terjadi tembakan. Wakil sheriff itu secara tidak sengaja melepaskan senjatanya dan mengenai jari manis di tangan kanan Farris. Farris akhirnya membebaskan diri, tetapi dengan menembak mati wakil sheriff tersebut.

Dengan hadiah USD 500 (Rp7,1 juta) untuk penangkapannya, Farris melarikan diri dari Kentucky. Buronan 25 tahun itu akhirnya menetap di Bessemer, Alabama untuk memulai hidup baru. Kabarnya, setelah itu, Farris bertemu dengan seorang pria, dan menikah dengannya. Namun, saat hendak bertobat, pria ini menyerahkan Farris ke polisi -kemungkinan karena hadiah untuk penangkapan Farris.

Gara-gara itulah, Farris diceritakan meracuni dirinya sendiri agar tidak ditahan. Jenazah Farris lalu dibawa ke Adams Vermillion Furniture yang juga menjual peti mati dan difungsikan sebagai rumah duka. Saat itu, tidak ada yang muncul untuk mengklaim jenazah Farris. 

Namun, di tengah ketidak pedulian banyak orang, tubuh Farris justru tidak membusuk—diduga efek racun. Karena hal itu, jenazahnya justru banyak dikunjungi orang. Mereka penasaran hingga pemilik rumah duka mulai memberi tarif untuk pengunjung yang ingin melihat. 

Mayat Farris yang terkenal dengan cepat dipinjamkan ke berbagai pihak. Mereka termasuk saudara laki-laki Adams di Tuscaloosa hingga O. C. Brooks pada tahun 1907. Brooks pun memamerkan jasad Farris dalam pertunjukan kelilingnya selama 40 tahun. Ketika dia meninggal, Brooks meninggalkan mayat Farris kepada keponakannya, dengan syarat bahwa uang yang terkumpul dari memajangnya disumbangkan untuk amal.

Keponakan Brooks menggunakan mayat Farris untuk mengumpulkan uang guna membangun gereja di Tennessee sebelum membawanya kembali ke Bessemer, di mana ia menjadi daya tarik terkenal di Hall of History yang baru dibentuk. Setelah waktu yang lama, dan muncul dalam film dokumenter National Geographic Channel, pemilik mayat Farris mengkremasinya.

Otopsi yang dilakukan untuk film dokumenter tersebut kemudian menunjukkan bahwa mumi Farris meninggal karena pneumonia. Prosedur selanjutnya juga menentukan bahwa tubuh itu penuh dengan arsenik. Namun, menurut analisis, tubuh Farris dibenamkan di arsenik, bukan tertelan oleh racun tersebut.

Biasanya, mumi identik dengan raja-raja Mesir. Namun, ternyata, kisah jenazah orang yang diawetkan hingga dipertontonkan juga terjadi pada orang-orang awam. Bagaimana menurutmu?[]