Entertainment

Merasa Kehilangan, Dimas Seto Bersyukur Semua Keluarga Berkumpul Disaat Terakhir Sang Ayah

Dimas Seto temani hingga detik-detik terakhir ayahanda meninggal dunia


Merasa Kehilangan, Dimas Seto Bersyukur Semua Keluarga Berkumpul Disaat Terakhir Sang Ayah
Pasangan Dhini Aminarti dan Dimas Seto jauh dari gosip (Instagram/dhiniaminarti)

AKURAT.CO, Aktor Dimas Seto masih dilandasi rasa duka atas meninggalnya sang ayah tercinta, Syafrudin bin Rahmat Latif.

Ayah Dimas Seto itu menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (21/5) kemarin. 

Dimas Seto mengaku hingga saat ini masih merasa kehilangan atas kepergian sang ayah.

baca juga:

Apalagi, Dimas baru pertamakali dihadapkan dengan sesuatu yang cukup berat dalam hidupnya. 

Dimas mengaku benar-benar merasakan kehilangan atas kepergian ayahnya untuk selamanya tersebut.

Selama ini, ia hanya mendengar cerita dari orang-orang yang keluarganya meninggal dunia. 

Meskipun merasa kehilangan, namun Dimas Seto sangat bersyukur karena selama ini dirinya selalu memanfaatkan waktu di sela-sela kesibukannya untuk bersama sang ayah. 

"Kehilangan rasanya tuh, benar kata orang, kalau masih punya orang tua benar-benarlah dimanfaatkan momen itu sebaik-baiknya. Kalau tidak, nanti menyesal," ujar Dimas Seto di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (22/5). 

"Kami dulu sering banget didengerin kayak gitu, dan benar kami sekarang merasakan itu," lanjutnya. 

Lebih lanjut Dimas Seto menceritakan bahwa ayahnya meninggal dunia sekitar pukul 16.00 WIB pada Sabtu (21/5) kemarin.

Syafrudin bin Rahmat Latif meninggal dunia dengan tenang karena menurut Dimas, proses nyawa ayahnya berpisah dengan raganya berjalan begitu cepat. 

"Masya Allah meninggalnya dipermudah. Jujur kalau saya baru pertama kali melepas orang dari kondisi berat, dan itu ayah saya sendiri. Cuma sekali tarikan napas," jelas Dimas Seto.

Melihat proses yang sangat cepat itu, sedikit mengobati kesedihan yang dialami Dimas dan keluarganya.

Apalagi, semua keluarga berkumpul disaat detik-detik terakhir Syafrudin bin Rahmat Latif.

"Ibaratnya sedih, tapi bahagia ya, kami di saat melepasnya keluarga berkumpul semuanya di ICU itu," ungkap Dimas Seto.

Dimas Seto juga sangat bersyukur karena ia dan keluarga dapat membimbing Syafrudin hingga menghembuskan nafas terakhirnya dengan tenang.

Bagi Dimas, perjalanan sang ayah untuk kembali ke sang Pencipta berjalan begitu mulus tanpa hambatan apapun. 

"Kami sebagai umat muslim dan sebagai anak berkewajiban membimbing beliau mengucapkan kalimat syahadat. Ayah itu kan pas kena stoke ada gangguan motorik bicaranya, waktu dibimbing ngomong syahadat itu fasih, tapi ngomong yang lain enggak bisa. Saya tenang di situ," tukas Dimas Seto. 

Sebagai informasi, ayah Dimas Seto sempat terkena demam berdarah (DBD) sekitar delapan bulan lalu. Semenjak saat itu, kondisinya menurun drastis

Terakhir, Syafrudin bin Rahmat Latif sempat terkena serangan jantung dan gangguan fungsi jantung. Oleh keluarga, ia pun dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan intensif dari tim medis.[]