Rahmah

Merasa Diri Paling Pintar dan Sombong? Ini Doanya untuk Memperbaiki Diri

Ya Allah Engkau Rabbku dan aku hambaMu, aku telah mendzalimi diriku sendiri


Merasa Diri Paling Pintar dan Sombong? Ini Doanya untuk Memperbaiki Diri
Ilustrasi sadar diri karena merasa paling benar (pixabay.com)

AKURAT.CO Manusia tidak diperbolehkan bersikap atau bertindak sombong. Karena bagaimanapun, manusia hanyalah ciptaan Tuhan, yang tidak bisa berkuasa secara hakiki. Manusia diciptakan dengan banyak kekurangan, meskinya tak perlu ada sedikitpun rasa takabbur.

Ketika kita melakukan dosa dan kesalahan, Islam mengharuskan untuk langsung bertaubat. Bahkan menurut Rasulullah, manusia memang tempatnya salah dan lupa. Tapi sebaik-baik mereka adalah yang mau bertaubat dan mengakui kesalahannya.

Salah satu doa yang perlu Anda baca saat Anda merasa paling pintar, sombong, dan merasa paling hebat di antara yang lain ialah membaca Sayyidul Istighfar. Doa ini dibaca untuk memperbaiki diri, agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Abu Hurairah mengatakan bahwa Nabi bersabda:

إِنَّ أَوْثَقَ الدُّعَاءِ أَنْ تَقُولَ : اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي ، وَأَنَا عَبْدُكَ ، ظَلَمْتُ نَفْسِي ، وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي ، لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ، رَبِّ اغْفِرْ لِي.

Artinya: “Sesungguhnya doa yang paling kuat (kokoh/ampuh) adalah hendaklah engkau berdoa mengatakan: ‘Ya Allah Engkau Rabbku dan aku hambaMu, aku telah mendzalimi diriku sendiri, aku mengakui dosa-dosaku, tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau, wahai Rabbku ampuni aku.”

Berikutadalah lafal dari Sayidul Istighfar dan artinya lengkap, yang dibaca bila Anda selama ini merasa paling hebat, paling berkuasa, dan merasa paling dibandingkan orang lain.

 اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ  

Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta khalaqtanî. Wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘ûdzu bika min syarri mâ shana‘tu. Abû’u laka bini‘matika ‘alayya. Wa abû’u bidzanbî. Faghfirlî. Fa innahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta. 

Artinya: “Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.” (Rujuk dalam karya Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Jakarta).

Manusia diciptakan dari tanah, yang semestinya selalu merasa rendah diri. Ia bukan diciptakan dari api, sebagaimana setan dan iblis, yang selalu merasa sombong dan takabbur. Semoga amalan ini merubah Anda menjadi pribadi yang baik dan rendah hati. Amin.[]