Entertainment

Merasa Diancam Saat Tagih Utang, Samira Bayasud Polisikan Medina Zein

Medina Zein dipolisikan atas kasus dugaan pengancaman dan cek palsu


Merasa Diancam Saat Tagih Utang, Samira Bayasud Polisikan Medina Zein
Medina Zein (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Artis sekaligus selebgram, Medina Zein, kembali dilaporkan ke polisi akibat tuduhan pengancaman terhadap Samira Bayasud. Laporan itu masuk di Polda Metro Jaya pada Kamis, (16/9) kemarin.

Menurut cerita Samira, Medina Zein melontarkan ancaman saat dirinya hendak menagih utang yang jumlahnya sebesar Rp70 juta. Bukannya melunasi atau bicara baik-baik, istri Lukman Azhari itu malah mengancam balik Samira.

Kuasa hukum Samira Bayasud, Ahmad Ramzy, menyampaikan bahwa suami kliennya ini merupakan pemilik agen Saudi Airlines. Pada 2018 lalu, Medina Zein meminjam uang sebesar Rp240 juta untuk memberangkatkan jamaah umrah yang tertunda.

Namun, saat uang tersisa Rp70 juta, Medina Zein sempat memberikan cek pada Samira. Sayangnya, cek tersebut tidak bisa dicairkan karena diduga palsu.

"Yang tiket itu ditalangi oleh suaminya mbak Samira sejumlah Rp240 juta yang kemudian diberikan cek olehnya (Medina Zein). Namun ceknya tidak bisa dicairkan," ujar Ahmad Ramzy, kuasa hukum Samira Bayasud, di Polda Metro Jaya.

Mengetahui tidak ada uang dalam cek yang diberikan, Samira pun menagih agar Medina Zein melunasi uang pinjamannya itu. Dari situlah, istri Lukman Azhari itu melontarkan kalimat pengancaman terhadap Samira.

"Sehingga dilakukan penagihan. Namun, terdapat ucapan pengancaman yang dilontarkan Medina Zein," jelas Ahmad Ramzy.

Berdasarkan penyampaian Ahmad Ramzy, Medina Zein sepertinya ingin melaporkan Samira ke pihak kepolisian. Tidak terima diperlakukan seperti itu, Samira akhirnya melaporkan Medina ke Polda Metro Jaya.

"Ancamannya seperti 'siap-siap masuk kantor polisi, siap-siap bekal Indomie untuk ditahan, siap-siap makan nasi kering," ucap Ahmad Ramzy.

Sebelum membuat laporan polisi, Ahmad menuturkan bahwa pihaknya sudah berusaha mengkomunikasikan secara baik-baik dengan Medina. Kini, perbuatan selebgram tersebut disangkakan dengan pasal undang-undang KUHP dan ITE.

"Kita sebenarnya sudah berkomunikasi, tapi malah pengancaman yang diterima. Ini kita persangkakan di Pasal 335 KUHP juncto UU ITE," kata Ahmad Ramzy.

"Barang bukti ancaman melalui screenshot via WhatsApp dan DM Instagram," tambahnya.

Sebelumnya, selebgram Marissya Icha lebih dulu melaporkan Medina Zein ke Polda Metro Jaya akibat dugaan pencemaran nama baik di sosial media. Laporan yang masuk pada 13 September lalu itu merupakan dampak dari persoalan jual beli tas yang diduga KW di media sosial.[]