News

Merangkul Gerombolan KKB, Wakil Ketua MPR: Pernyataan KSAD Perlu Dipandang Pendekatan Persuasif

Syarief Hasan mendukung pernyataan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman bahwa KKB adalah sebangsa dan setanah air.


Merangkul Gerombolan KKB, Wakil Ketua MPR: Pernyataan KSAD Perlu Dipandang Pendekatan Persuasif
Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan saat membuka acara secara resmi Pegelaran Seni Budaya (PSB) dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR melalui penampilan tradisi Cianjuran 'Ngaos, Mamaos, Maenpo', di aula Gedung Kesenian Cianjur, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (3/10/2020). (DOK. HUMAS MPR RI)

AKURAT.CO, Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan mendukung pernyataan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman bahwa Kelompok Kekerasan Bersenjata Papua dan Papua Barat (KKB) adalah saudara sebangsa dan setanah air yang perlu dirangkul untuk diberikan pencerahan dan internalisasi nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air. Hal ini akan memberikan pesan damai bahwa TNI dan Rakyat Papua menyatu, sebagaimana filosofi bahwa TNI adalah anak kandung rakyat.

“Apa yang disampaikan KSAD Jenderal Dudung patut diapresiasi. Ini akan memberikan pesan moral kepada seluruh prajurit TNI dan Rakyat Papua bahwa membangun Papua adalah membangun komitmen kolektif kebangsaan. Pendekatan terhadap Papua memang harus berdimensi humanistik dan persuasif. Pernyataan ini adalah bukti TNI memiliki komitmen kuat untuk melakukan upaya dialogis mengajak pemberontak KKB kembali ke pangkuan ibu pertiwi,” ungkap politisi senior Partai Demokrat ini.

Lebih lanjut, Menteri Koperasi dan UKM di era Presiden SBY menyatakan pernyataan KSAD ini perlu dilihat sebagai pendekatan lain seperti dan sejalan dengan komitment Panglima TNI Jend TNI Andika Perkasa saat menjalani fit and proper test. Strategi ini sebagai pendekatan baru  dalam upaya menjaga keutuhan NKRI. Yang menjadi tujuan dari semua upaya yang dilakukan adalah menegakkan kedaulatan NKRI. Berbagai langkah persuasif ini bisa jadi akan juga efektif dalam meredam pemberontakan yang dilakukan kelompok bersenjata di Papua dan Papua Barat. 

"Saya berpandangan ujung dari semua yang dilakukan adalah dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI. Pemberontak bersenjata itu adalah putra/putri NKRI juga. Merangkul, mencerahkan, dan menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan dan rasa cinta tanah air adalah langkah yang patut ditindaklanjuti dengan serius. Jika hal ini berhasil dilakukan, Papua akan damai dan secara otomatis pemberontakan dapat diredam. Saya memandang substansi pernyataan KSAD adalah komitmen perdamaian dan persatuan,” kata Syarief.

Syarief mengakui langkah ini memang tidak mudah, apalagi bila tindakan kekerasan, pembunuhan dan intimidasi terhadap rakyat yang dilakukan KKB semakin meningkat. Narasi kebencian NKRI yang dibangun oknum-oknum pemberontak harus dibalas dengan kontra-narasi yang menekankan pada pembangunan wawasan kebangsaan dan menegakkan 4 pilar kebangsaan. Karena itu, upaya ini perlu didukung oleh semua komponen dan dilakukan secara berkelanjutan. Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika  mesti dilakukan secara masif, sistematis, dan terukur.

“Sosialisasi dan internalisasi 4 pilar kebangsaan kepada putra/putri Papua harus diberikan sejak dini. Hal ini penting untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan wawasan kebangsaan. Jika hal ini dilakukan secara berkelanjutan, saya meyakini narasi permusuhan dan kebencian terhadap NKRI tidak akan berhasil. Rakyat Papua adalah bagian dari NKRI dan merangkul para pemberontak sebagaimana yang disampaikan KSAD adalah pendekatan persuasif yang patut dilakukan dengan serius,” tutup Syarief.[TIM]