Ekonomi

Menteri Teten Minta Perusahaan Besar Dampingi UMKM

Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki mendorong perusahaan ikut memberikan pendampingan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar naik kelas.


Menteri Teten Minta Perusahaan Besar Dampingi UMKM
Pekerja menata barang dagangan di kios sentra kerajinan berbahan rotan di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (13/9/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO  Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki mendorong perusahaan ikut memberikan pendampingan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar naik kelas.

Pada kunjungannya ke gerai Uniqlo Solo Paragon di Solo, Selasa, Teten mengapresiasi dukungan dari perusahaan tersebut untuk membantu memasarkan produk UMKM.

"Tidak hanya di jaringan dalam negeri tetapi juga dengan adanya dukungan dari Uniqlo ini harapannya produk UMKM bisa masuk pasar global," katanya dalam keterangannya, Selasa (28/9/2021).

Menurut dia, produk UMKM dalam negeri tidak kalah dengan produk asing. Bahkan, dikatakannya, saat ini banyak pelaku usaha dalam negeri dengan kreativitas tinggi.

"Sehingga harapannya kerja sama ini bukan hanya dari sisi 'market' (pasar) tetapi juga pendampingan, kurasi produk. Dengan demikian pelaku UMKM bisa belajar bagaimana membuat desain produk untuk mengikuti tren 'market'," katanya.

Ia mengatakan saat ini produsen dimudahkan dengan seragamnya selera pasar lokal hingga global mengingat akses antara produsen dengan konsumen tak terbatas.

"Oleh karena itu, bukan hanya dari sisi 'market' membantu pasar domestik tetapi juga transfer pengetahuan agar UMKM bisa meningkatkan standar mutu, desain, 'update' karena 'research and development' (pengembangan produk) juga harus terus dilakukan sehingga kerja sama ini sangat baik," katanya.

Sementara itu, dikatakannya, berbagai upaya terus dilakukan oleh pemerintah untuk mendorong bangkitnya sektor UMKM di tengah pandemi COVID-19, di antaranya membenahi ekosistem pengembangan UMKM, akses pembiayaan, dan perizinan.

"Izin usaha edar, izin halal terus diberesin, termasuk akses pengembangan usaha. Yang paling penting bagi UMKM memang pendekatan 'market demand' (permintaan pasar). Kalau 'demand' sudah ada maka pembiayaan lebih mudah," katanya.