News

Menteri PUPR: Air Minum dan Sanitasi Bisa Tekan Angka Kemiskinan dan Stunting

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, keberadaan air minum dan sanitasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Menteri PUPR: Air Minum dan Sanitasi Bisa Tekan Angka Kemiskinan dan Stunting
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi V soal keselamatan kerja dalam bidang konstruksi di ruang Komisi, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (21/3). Dalam rapat ini para anggota dewan menyoroti sejumlah insiden yang terjadi pada sejumlah proyek. Mulai dari kecelakaan konstruksi pada proyek Tol Becakayu, hingga yang terbaru kecelakaan kerja di proyek Rusun Tingkat Tinggi Pasar Rumput yang digarap oleh PT Was (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, keberadaan air minum dan sanitasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Adapun salah satunya dapat menekan angka kemiskinan dan stunting.

Demikian disampaikan Basuki dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) III Tahun 2021 pada Kamis (25/11/2021).

Basuki menerangkan, program Pamsimas telah berlangsung selama 14 tahun sejak 2008. Hingga saat ini, program Pamsimas telah berhasil memberikan kontribusi capaian akses air minum kepada 23,57 juta jiwa dan sanitasi kepada 16,44 juta jiwa yang tersebar di 33 provinsi, 408 kabupaten/kota, dan lebih dari 35.000 desa.

“Capaian ini melebihi target yang telah ditetapkan pada awal program Pamsimas. Dengan capaian yang besar tersebut maka terdapat juga tanggung jawab besar untuk menjaga keberlangsungannya. Mohon dicek secara berkala apakah Pamsimas yang sudah dibangun sudah berfungsi dengan baik atau belum dan segera laporkan apabila ada kendala atau tidak berfungsi," kata dia.

Lebih lanjut, Basuki juga menekankan pembangunan sarana air minum dan sanitasi berbasis masyarakat di perdesaan harus berfokus pada Optimalisasi, Pemeliharaan, Operasi, dan Rehabilitasi (OPOR) demi memastikan keberlanjutannya. Peran dan fungsi Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) serta para kepala daerah sangat penting dalam pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (SPAMS) terbangun dan menjaga keberlanjutannya melalui pelatihan, pendampingan dan pembinaan, khususnya dalam hal mengelola pembukuan, keuangan, operasional, dan pemeliharaan SPAMS.

Program Pamsimas juga meningkatkan kepedulian Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa untuk sektor air minum dan sanitasi serta meningkatkan jumlah kabupaten yang mereplikasi Program Pamsimas dengan dana APBD. Hal ini tentunya membanggakan, namun masih banyak desa yang belum mendapatkan program Pamsimas maka Kementerian PUPR mengharapkan kepada Pemerintah Desa dan Kabupaten untuk dapat mereplikasi program Pamsimas. 

“Saya minta program Pamsimas diutamakan di daerah-daerah yang tidak ada air lalu kita carikan air, bukan kita bikin proyek di daerah yang sudah banyak air. Kepada para pengelola dan kepala daerah tolong bisa memperbanyak program Pamsimas di daerah yang langka air,” ucap Basuki.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) A Halim Iskandar melalui Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Sugito mengungkapkan Program Pamsimas telah menjadi platform Nasional dalam pembangunan air minum dan sanitasi di Perdesaan. Program Pamsimas ini adalah program kolaboratif yang melibatkan berbagai stakeholder mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa dan masyarakat, termasuk juga dukungan dari Bank Dunia, Pemerintah Australia, Water.org, Baznas dan dunia usaha melalui dana CSR. 

“Program Pamsimas merupakan program inklusif yang melibatkan peran aktif masyarakat mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan sampai dengan pemeliharaan dan program ini akan dikelola oleh masyarakat melalui KPSPAMS,” jelasnya.