Ekonomi

Menteri KKP Gedor Penggunaan Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan

Menteri Kelautan dan Perikanan menginginkan penggunaan alat tangkap ikan ramah lingkungan digunakan banyak nelayan


Menteri KKP Gedor Penggunaan Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan
Potret Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono di berbagai kegiatan (Instagram/swtrenggono)

AKURAT.CO Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menginginkan penggunaan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan dapat disebarkan secara luas agar dapat digunakan oleh banyak nelayan di berbagai daerah penangkapan ikan.

Menteri Trenggono dalam rilis yang diterima di Jakarta, Jumat mendukung penuh inovasi alat tangkap ikan ramah lingkungan untuk digunakan oleh nelayan di Indonesia.

Menurut dia, penggunaan alat tangkap ramah lingkungan bakal memberikan keuntungan dari dua sisi, yakni baik dari sisi ekonomi maupun juga aspek kelestarian lingkungan.

"Ini mendukung tujuan kita semua untuk mewujudkan keberlanjutan ekosistem di laut," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, melansir Antara.

Pada Jumat (30/4) ini, Trenggono juga telah mengunjungi Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) di Semarang, Jawa Tengah, guna melihat inovasi alat tangkap yang dibuat di BBPI Semarang yang bernama Bubu Lipat.

Alat tangkap Bubu Lipat tersebut disebutkan memiliki ukuran yang besar, dapat dilipat, mudah dalam pelipatan dan penegakan, mempunyai umur ekonomi yang lebih panjang dan tentunya ramah lingkungan.

Dikatakan, alat tangkap ini telah digunakan untuk melatih nelayan Belitung yang sebelumnya memakai alat tangkap Bubu Tradisional yang terbuat dari bambu, dimana ukurannya sangat besar dan membutuhkan ruang besar untuk penyimpanan dan juga tidak tahan lama.

Selain telah digunakan nelayan Belitung, Bubu Lipat juga sudah diuji di perairan Jepara, dan Natuna.

Dengan inovasi yang telah dilakukan BBPI Semarang, Menteri Trenggono mengajak nelayan untuk beralih menggunakan rumah ikan dan alat tangkap ramah lingkungannya.

Sumber: Antara

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co