Ekonomi

Menteri Basuki Pecut Serapan Anggaran, Proyek-proyek Ini Masuk Paket Lelang!

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai melaksanakan penandatanganan kontrak paket lelang dini tahun anggaran 2022


Menteri Basuki Pecut Serapan Anggaran, Proyek-proyek Ini Masuk Paket Lelang!
Menteri Perumahan Rakyat dan Pekerjaan Umum (PUPR) Basuki Hadimuljono (AKURAT.CO/Sopian)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai melaksanakan penandatanganan kontrak paket lelang dini tahun anggaran 2022. Hal ini sebagai upaya mendukung percepatan pembangunan infrastruktur.

Pelaksanaan lelang dini sudah dimulai sejak Oktober 2021 dengan nilai pagu pengadaan sebesar Rp35,1 triliun. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan pihaknya telah menyelesaikan 838 paket lelang senilai Rp17,5 triliun.

Perinciannya, sebanyak 43 paket pekerjaan dengan nilai Rp220 miliar telah terkontrak pada akhir bulan Desember 2020, dan 795 paket pekerjaan dengan nilai Rp17,36 triliun.

baca juga:

" Semua telah selesai proses tender dan siap dilakukan penandatanganan," kata Basuki di Jakarta, kemarin.

Basuki menambahkan rencana penyelesaian terhadap sisa paket lelang proyek tahun 2022 sedang berjalan. Nantinya akan ada 671 paket senilai Rp10,68 triliun pada akhir Januari 2022 dan sebanyak 583 paket senilai Rp6,91 triliun pada akhir Februari 2022. 

" Diperkirakan dengan jumlah paket tersebut penyerapan anggaran hingga akhir Januari 2022 akan mencapai Rp7,34 triliun atau sebesar 7,30 persen, "ujar Basuki.

Sementara itu dalam mengoptimalkan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan realisasi belanja, PUPR memanfaatkan teknologi informasi melalui sistem e-Monitoring, serta pemanfaatan e-katalog sektoral Kementerian PUPR. Selain itu, pihaknya juga akan tetap mengoptimalkan penggunaan produk dalam negeri dan UMKM.

Sebagai gambaran tahun ini, Kementerian PUPR mengelola pagu anggaran sebesar Rp100,6 triliun. 

Sekadar informasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelesaikan total 7.075 unit rumah susun pada Tahun Anggaran (TA) 2021.  Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan rusun di samping untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mahasiswa, santri di pondok pesantren, juga diperuntukkan bagi TNI/Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN). 

“Ini merupakan bukti nyata bahwa Pemerintah hadir dalam penyediaan hunian yang layak. Kami harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman," kata Menteri Basuki dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (4/1/2021).

Pada 2021, Kementerian PUPR berhasil menyelesaikan 196 tower rumah susun yang terdiri dari 7.075 unit. Pembangunan rusun ini terdiri dari pembangunan Multi Years Contract (MYC) 2020-2021 sebanyak 109 tower yang terdiri dari 4.575 unit dan pembangunan Single Year Contract (SYC) 2021 sebanyak 87 tower terdiri dari 2.500 unit rusun.  Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan telah menyelesaikan pembangunan rumah susun MYC 2020-2021 sebanyak 109 tower yang terdiri dari 29 tower rusun untuk Peserta Didik Lembaga Pendidikan Keagamaan Berasrama (LPKB), 33 tower untuk Peserta Didik Perguruan Tinggi, 11 tower untuk MBR, 2 tower untuk pekerja, 27 tower untuk ASN dan 7 tower untuk TNI/Polri. 

Sementara pembangunan rusun SYC TA 2021 terdiri dari 87 tower rusun dengan peruntukan 55 tower untuk Peserta Didik LPKB, 19 tower untuk Peserta Didik Perguruan Tinggi, 6 tower untuk MBR, 4 tower untuk TNI dan 3 tower untuk ASN. 

Salah satu proyek prioritas yang selesai dibangun secara SYC pada 2021 adalah rusun Politeknik Pekerjaan Umum Semarang dengan Tipe Khusus setinggi 8 Lantai sebanyak dua tower yang terdiri atas 150 unit hunian. 

Bantuan rumah susun untuk Peserta Didik LPKB mencapai 55 tower rusun yang dibangun melalui skema SYC 2021. Salah satunya adalah Rusun Ponpes Darul Fadhilah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.  Sementara untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Ditjen Perumahan Kementerian PUPR bekerja sama dengan Kementerian Sosial dalam membangun Rusun Tunawisma Kementerian Sosial di Bekasi melalui skema SYC 2021.

Rusun ini berlokasi di Kompleks Balai Karya Pangudi di Bulak Kapal, Bekasi Timur seluas 3.880 m2. Rusun yang dibangun setinggi 5 lantai ini terdiri dari 108 unit bertipe 24 yang dapat menampung hingga 428 orang.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi