Ekonomi

Mentan Akui Tantangan Sektor Pertanian Semakin Berat, Ini Sebabnya!

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan tantangan yang dihadapi sektor pertanian ke depan semakin berat


Mentan Akui Tantangan Sektor Pertanian Semakin Berat, Ini Sebabnya!
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (30/4/2020). (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan tantangan yang dihadapi sektor pertanian ke depan semakin berat, mengingat akan adanya perubahan iklim, krisis air dan lonjakan pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia bahkan dunia.

Ia mengungkapkan tantangan pangan yang kian kompleks akibat dampak perubahan iklim (global warming) tidak menyurutkan langkah Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta memenuhi pangan bagi lebih dari 273 juta jiwa masyarakat Indonesia.

Untuk itu, SYL menjelaskan Kementan secara konsisten berupaya menciptakan pertanian Indonesia yang maju, mandiri dan modern dengan terus berinovasi melakukan terobosan-terobosan strategi pembangunan sektor pertanian yang semakin antisipatif dan adaptif. 

“Mari jadikan peringatan HPS Ke - 41 ini momentum upaya kita bersama untuk mengubah strategi pembangunan pertanian dengan menerapkan teknologi dan riset yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim, pemanasan global dan krisis air dimasa yang akan datang, “ tuturnya pada peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke- 41, Senin (25/10/2021).

Mentan Syahrul pun mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya memperkuat ketahanan pangan. Kontribusi tersebut tak hanya untuk lingkup daerah atau nasional, tapi juga dunia. 

“Saya mengajak semua pihak untuk lebih agresif dan bersemangat dalam menghadapai tantangan kedepan. Saya juga ingin mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih semua pihak dan petani yang telah berjuang untuk mempersiapkan pangan bagi 273 juta orang, “ imbuhnya.

Lebih lanjut Mentan Syahrul menegaskan bahwa di masa pandemi Covid-19, pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan. Bahkan tumbuh positif di saat sektor lain mengalami tekanan.

Hal ini membuktikan bahwa upaya yang dilakukan Kementan dalam tiga tahun terakhir ini telah menunjukkan ketangguhan sektor pertanian. 

"Oleh karena itu, kunci keberhasilan tindak lanjut HPS ini adalah pertama, koordinasi pengawasan yang sistematis yang dikawal dengan disiplin. Kedua, HPS ini bukan seremonial, bukan proyek tetapi edukasi tentang program terukur, cara dan tatakelola (manajemen) hulu-hilir pertanian dan perilaku insan pertanian yang sesuai dengan tantangan era. Ini sama dengan program reguler maksimum dan SPP," tegas Syahrul.