Lifestyle

Menstruasi 2 Kali Dalam Sebulan? Kenali Penyebabnya!

Menstruasi 2 Kali Dalam Sebulan? Kenali Penyebabnya!
Ilustrasi nyeri saat menstruasi (freepik)

AKURAT.CO, Menstruasi atau haid merupakan hal normal yang dialami oleh semua wanita di dunia. Wanita biasanya hanya mengalami siklus menstruasi satu kali dalam sebulan. Namun, ada kalanya menstruasi dua kali dalam sebulan terjadi. Lantas, apa penyebabnya dan apakah berbahaya?

Umumnya, siklus menstruasi normal bagi wanita dewasa berkisar antara 21-35 hari, sedangkan wanita remaja berkisar 38 hari atau lebih. Namun, ada kalanya siklus menstruasi terjadi kurang dari 21 hari sehingga wanita bisa mengalaminya dua kali dalam sebulan.

Untuk melihat apakah siklus menstruasi kamu teratur setiap bulannya, maka sangat disarankan bagi kamu untuk mencatat setiap kali kamu haid. Dengan mencatat siklus menstruasi, kamu bisa melihat, apakah siklus menstruasi yang kamu alami normal atau tidak. Terlambat atau lebih cepat seminggu dari siklus menstruasi kamu seharusnya adalah hal yang normal, tidak perlu dikhawatirkan.

baca juga:

Jika pendarahan melalui vagina terjadi di luar siklus menstruasi normal, kamu perlu memastikan apakah pendarahan tersebut disebabkan oleh menstruasi atau kondisi medis tertentu. 

Siklus menstruasi yang tidak teratur dapat menyebabkan seorang wanita mengalami menstruasi dua kali dalam sebulan, atau bahkan tidak mengalami menstruasi sama sekali.

Penyebab Menstruasi Dua Kali Dalam Sebulan

Berikut merupakan beberapa penyebab menstruasi dua kali dalam sebulan.

Infeksi organ reproduksi

Menstruasi dua kali dalam sebulan juga bisa menjadi gejala atau tanda infeksi vagina, serviks, leher rahim, atau infeksi menular seksual. 

Infeksi yang menyerang organ reproduksi biasanya menimbulkan gejala lain, seperti vagina gatal atau terasa panas, berbau tidak sedap, dan terasa sakit atau panas saat buang air kecil.

Siklus menstruasi pendek

Menstruasi dua kali dalam sebulan dianggap normal, jika disebabkan oleh siklus menstruasi yang terbilang pendek atau di bawah 28 hari. 

Namun, menstruasi dua kali dalam sebulan baru dianggap tidak normal apabila terjadi akibat siklus menstruasi yang lebih pendek dari 21 hari. Kondisi ini bisa menjadi pertanda kamu mengalami gangguan kesehatan tertentu.

Stres

Stres adalah masalah paling umum yang bisa menyebabkan perubahan siklus menstruasi. Tak jarang stres juga membuat menstruasi tidak teratur, darah menstruasi keluar lebih banyak dari biasanya, atau menstruasi terasa menyakitkan.

Berat badan berubah

Kenaikan atau penurunan berat badan yang berlangsung dalam waktu singkat juga berpengaruh terhadap hormon yang mengontrol siklus menstruasi. Hal ini bisa terjadi akibat pola makan yang buruk, jarang olahraga, dan stres. 

Tak hanya itu, wanita yang obesitas juga rentan mengalami menstruasi dua kali dalam sebulan.

Endometriosis

Endometriosis adalah kelainan pada sistem reproduksi wanita ketika lapisan dalam dinding rahim (endometrium) tumbuh di luar rongga rahim.

Kondisi ini merupakan salah satu penyebab pendarahan di vagina dan siklus menstruasi yang tidak teratur yang menyebabkan menstruasi dua kali dalam sebulan.

Selain berbagai kondisi di atas, menstruasi dua kali dalam sebulan atau pendarahan di antara siklus menstruasi juga bisa menjadi pertanda menopause, kista, kanker rahim, penyakit menular seksual, kehamilan, keguguran, atau akibat efek samping obat-obatan tertentu.

Beberapa gejala endometriosis lainnya adalah keram menstruasi yang terasa sangat sakit, mual, muntah, kelelahan, nyeri saat berhubungan seksual, dan buang air besar yang terasa sangat sakit.

Pubertas

Seorang wanita yang baru memasuki masa pubertas biasanya belum mengalami siklus menstruasi yang teratur. Terkadang, menstruasi dua kali dalam sebulan terjadi. Namun, ada kalanya siklus menstruasi memanjang sehingga terjadi sekali dalam dua bulan. Kondisi ini biasanya akan berlangsung selama 1-2 tahun pertama pubertas.

Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Sindrom ovarium polikistik adalah gangguan keseimbangan hormon yang memengaruhi proses reproduksi wanita. Beberapa gejala lain dari sindrom ovarium polikistik yakni, rambut rontok, berat badan yang tidak terkontrol, gangguan kesuburan, dan lain-lain. 

Sindrom ovarium polikstik adalah kelainan hormonal yang dapat menyebabkan terbentuknya kista kecil di ovarium. Kondisi ini menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur, seperti menstruasi dua kali dalam sebulan.

Fibroid uterus

Fibroid uterus atau miom adalah tumor jinak pada dinding rahim. Biasanya, tumor ini berukuran kecil menyerupai biji apel, tetapi bisa juga tumbuh hingga berukuran besar. Jika tidak segera ditangani, tumor jinak ini dapat terus menyebabkan pendarahan berat di vagina dan nyeri perut.

Gangguan tiroid

Kelebihan hormon tiroid (hipertiroidisme) atau kekurangan hormon tiroid (hipotiroidisme) juga dapat menyebabkan berbagai gangguan pada tubuh, salah satunya adalah perubahan siklus menstruasi.

Penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory diseases (PID) adalah infeksi bakteri yang menyerang sistem reproduksi wanita. Infeksi organ reproduksi ini bisa menyebabkan menstruasi tidak teratur atau menimbulkan pendarahan lewat vagina di antara siklus menstruasi.

Kapan harus diperiksakan ke dokter?

Namun, jika menstruasi dua kali dalam sebulan sering terjadi, segera konsultasikan ke dokter, terlebih jika kondisi tersebut disertai gejala berikut ini.

  • Nyeri perut bagian bawah yang tak kunjung hilang selama beberapa hari
  • Darah menstruasi yang keluar banyak
  • Sakit ketika berhubungan seksual
  • Kram perut melebihi biasanya saat menstruasi
  • Keluar gumpalan darah berwarna gelap selama menstruasi
  • Siklus menstruasi lebih dari 35 hari atau kurang dari 21 hari
  • Durasi haid berlangsung lebih dari 7 hari
  • Siklus menstruasi menjadi tidak menentu

Jika, kamu mengalami gejala yang telah disebutkan di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

Bagaimana cara mengatasinya?

Berikut adalah beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk membantu mengatasi menstruasi dua kali dalam sebulan.

  • Melakukan terapi hormon dan terapi pengganti estrogen jika menstruasi dua kali disebabkan oleh menopause
  • Mengubah gaya hidup dan melakukan kegiatan yang mampu meredakan stres, misalnya berolahraga secara rutin, melakukan meditasi, serta menjalani pola makan sehat dan teratur
  • Melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika ingin melakukan diet agar siklus menstruasi tidak terganggu
  • Mengganti alat kontrasepsi jika kontrasepsi hormonal yang kamu gunakan membuat siklus menstruasi menjadi tidak teratur