News

Mensos Diminta Integrasikan Program Perlindungan Sosial Antar Pemerintah Pusat dan Daerah


Mensos Diminta Integrasikan Program Perlindungan Sosial Antar Pemerintah Pusat dan Daerah
Ketua panitia kurban Iduladha DPP Golkar Ace Hasan Syadzily saat memberikan laporan mengenai hewan kurban pada peringatan Iduladha 1441 Hijriah di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (31/7/2020). Partai Golkar memberikan 37 Hewan kurban dari berbagai politisi Golkar untuk dibagikan kepada yayasan, panti asuhan yatim piatu dan pondok pesantren, karyawan DPP, karyawan fraksi, serta warga sekitar. Hadir dalam acara ini Sejumlah pengurus DPP Golkar. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Golkar, Ace Hasan Syadzily memberikan beberapa catatan yang dirasa perlu diselesaikan oleh Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini  tentang reformasi perlindungan sosial.

Ia meminta Risma mengintegrasikan program perlindungan sosial antara pemerintah pusat dan daerah.

"Ke semua sektor itu masih ditangani oleh masing-masing kementerian sehingga dalam implementasinya tidak dilakukan secara terpadu. Berbagai program perlindungan sosial berjalan secara sendiri-sendiri," kata Ace dalam keterangan yang diterima pada hari ini, Jumat (8/1/2021).

"Seharusnya berbagai program perlindungan sosial itu dilakukan secara terintegrasi dalam Kementerian Sosial sebagai leading sector penanganan masalah sosial," imbuhnya.

Sementara tertaik gaya blusukan yang kerap menjadi perbincangan publik akhir-akhir ini, Ace menilai sudah semestinya blusukan dan salah satu tugas utama Mensos untuk memberikan pelayanan kepada perlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS).

"Seperti kelompok tuna wisma, anak telantar, anak berhadapan dengan hukum, dan lain-lain agar mereka diperhatikan negara," ujar Ace

Menurut Ketua DPP Golkar ini, gaya blusukan Risma wajar saja dilakukan. Sebagaimana mengikuti gaya khas Presiden Joko Widodo.

"Jadi memang sudah seharusnya mengikuti gaya kepemimpinan beliau, apalagi masalah-masalah sosial itu diperlukan pendekatan yang lebih humanistik dengan turun langsung di masyarakat," tandasnya.

Sebelumnya, Tagar (tanda pagar) #RismaRatuDrama atau dikenal Menteri Sosial Tri Rismaharini menjadi trending topik di Twitter regional Indonesia dengan jumlah cuitan sebanyak 16,4 ribu per pukul 18.36 WIB, Kamis (7/1/2021).

Mensos Risma menjadi perbincangan hangat di kalangan publik menyusul video blusukan di Jakarta beberapa hari ini. Khususnya tentang pria yang sebelumnya disebut Kemensos bernama Kastubi.

Kepala Biro Humas Kementerian Sosial Wiwit Widiansyah menjelaskan maksud dan tujuan blusukan Risma ke sejumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial.

Menurut dia, blusukan itu dalam rangka menyasar program Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

"Sasaran PPKS ini seperti gelandangan, pengemis, dan kelompok rentan lainnya," kata Wiwit melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Rabu (6/1/2021).

Ia melanjutkan, tujuan blusukan yang dilakukan Mensos adalah untuk melakukan pemetaan masalah sosial dan melihat langsung kebutuhan dari PPKS.

Hal ini, kata dia, diperlukan agar Kemensos dapat mencarikan solusi dari masalah-masalah yang dialami para PPKS.

"Agar dapat dicarikan solusinya secara komprehensif dan terkoordinasi dengan kementerian/lembaga dan pemda terkait," kata dia.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co