Tech

MenristekBRIN Targetkan Ada Lima Unicorn Baru pada 2020


MenristekBRIN Targetkan Ada Lima Unicorn Baru pada 2020
(kiri ke kanan) SVP of Engineering Tokopedia Herman Widjaja, bersama Menteri Riset Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional (MenristekBRIN) Bambang Brodjonegoro, dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya, ketika ditemui Wartawan di sela-sela acara START Summit, Sabtu (2/22/2020), di Jakarta. (AKURAT.CO/Tria Sutrisna)

AKURAT.CO, Indonesia membutuhkan lebih banyak perusahaan rintisan berstatus unicorn untuk menjadi negara maju. Pemerintah pun menargetkan lahirnya startup baru agar bisa mewujudkan harapan tersebut.

"Kita harapkan tahun ini bisa ada tambahan tiga hingga lima (startup unicorn) lagi. Lalu yang unicorn bisa decacorn," ujar Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional (MenristekBRIN) Bambang Brodjonegoro, ketika ditemui wartawan, Sabtu (22/2/2020), di Jakarta.

Bambang menjelaskan, sektor yang paling potensial untuk melahirkan unicorn baru masih berasal dari digital, baik layanan on-demand maupun marketplace.

baca juga:

Namun, startup di sektor lain seperti teknologi edukasi dan kesehatan juga berpotensi. Mengingat adanya kebutuhan besar di masyarakat akan layanan spesifik tersebut.

"Melihat penduduk kita yang besar, kebutuhan spesifik ini menjadi salah satu potensi unicorn masa depan," ungkapnya.

Terlepas dari hal itu, Bambang mengungkapkan pemerintah ingin perusahaan rintisan Indonesia bisa terus berkembang dan menjadi Indonesia sebagai negara dengan ekonomi berbasis inovasi.

Pihaknya pun berharap para pelaku bisa menerapkan tata kelola yang baik dan melakukan inovasi produk. Sehingga, mereka bisa mempertahankan status unicorn-nya dan tidak mengalami penurunan.

"Suatu saat kalau enggak terkelola dengan baik, tidak bisa menjaga produk, dia bisa turun lagi," kata Bambang.