Olahraga

Menpora: Seluruh Kejuaraan Olahraga di Indonesia Menerapkan Sistem Bubble

Indonesia akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Menembak, Piala Davis, Piala FIBA Asia, tes pramusim MotoGP di Sirkuit Mandalika pada tahun ini.


Menpora: Seluruh Kejuaraan Olahraga di Indonesia Menerapkan Sistem Bubble
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (2/12/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali mengungkapkan hasil Rapat Terbatas (ratas) terkait perkembangan COVID-19 di Indonesia, termasuk soal karantina atlet ketika menjadi tuan rumah ajang olahraga.

Dalam rapat tersebut, Menpora menyampaikan bahwa Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan, seluruh kejuaraan olahraga di Indonesia akan menggunakan sistem bubble atau gelembung.

Sistem gelembung sendiri bukanlah model baru dalam penyelenggaraan kejuaraan olahraga Indonesia. Sebelumnya, sistem ini sudah dipergunakan untuk kegiatan baik berskala nasional maupun internasional, termasuk Indonesia Badminton Festival (IBF) di Bali akhir tahun lalu.

baca juga:

“Disampaikan oleh Kepala BNPB, khusus untuk kegiatan-kegiatan olahraga yang kita menjadi tuan rumah, itu akan diberlakukan sama dengan seperti kejuaraan bulutangkis pada akhir tahun 2021 di Bali,” kata Menpora Amali, Selasa (25/1).

“Jadi sistemnya sistem bubble, itu akan dilakukan cuma memang kan teknis dari masing-masing cabor berbeda. Tapi pada pada prinsipnya pemberlakuan karantina itu dengan sistem bubble. Itu yang disampaikan kepala BNPB.”

Tahun 2022 memang akan menjadi tahun yang sibuk bagi olahraga Indonesia. Pasalnya, ada berbagai kejuaraan kelas internasional yang akan diselenggarakan di Tanah Air. Mulai dari Kejuaraan Dunia Menembak, Piala Davis, Piala FIBA Asia, tes pramusim MotoGP di Sirkuit Mandalika, dan lain-lain.

“Selain itu juga Indonesia akan kedatangan dari pengurus International Federation (IF), delegasi-delegasi dari luar negeri untuk kegiatan olahraga. Saya kira mereka harus diperlakukan sama. Karena kalau tidak, kita akan kehilangan kesempatan menjadi tuan rumah dari event itu,” tambah politikus partai Golkar itu.

“ANOC (Asosiasi Komite Olimpiade Nasional) juga informasinya akan datang untuk meninjau tempat pelaksanaan kita sebagai tuan rumah World Beach Games. Jadi prokes tetap terjaga tapi kita tak kehilangan kesempatan jadi tuan rumah dari kejuaraan kejuaraan olahraga internasional.”

Selanjutnya, kata Menpora, pihaknya kini tinggal menunggu Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau NOC Indonesia untuk menjelaskan mekanisme karantina dengan sistem bubble, untuk disampaikan ke BNPB, Kemenkes, dan koordinator PPKM.

“Jadi, saya kira para penyelenggara event-event internasional tidak usah merasa khawatir karena pasti pemerintah akan mencari jalan keluar dari yang dirisaukan,” tandasnya.[]