Olahraga

Menpora: Perkelahian Pemain akan Menurunkan Kepercayaan Publik

Menpora Zainudin Amali menekankan pentingnya integritas industri sepakbola Indonesia.


Menpora: Perkelahian Pemain akan Menurunkan Kepercayaan Publik
Menpora Zainudin Amali saat menjadi pembicara dalam International Conference on Sports, Health, and Physical Education (THE 5th ISMINA). Kegiatan yang bertajuk, Transformation on Sports, Health and Physical Education Facing The Global Pandemic ini diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Rabu (28/4) pagi (KEMENPORA.GO.ID)

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, menekankan pentingnya integritas industri sepakbola Indonesia. Hal ini disampaikan Amali melihat rendahnya kepercayaan publik terhadap sepakbola Indonesia dengan kasus pengaturan skor dan kericuhan antar pemain yang kerap terjadi.

“Misalnya, tiba-tiba ada perkelahian antar pemain, ini akan menurunkan trust (kepercayaan) publik (terhadap sepakbola). Antara pelatih satu tim dengan pemain, wasit tidak netral, isu skor diatur, dan sebagainya,” kata Amali di Jakarta, Jumat (11/6), sebagaimana dipetik dari Antara.

Pandangan Amali ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 3/2019 tentang Percepatan Pembangunan Sepakbola Nasional. Kepercayaan publik menjadi salah satu faktor penting untuk bisa mendapatkan target yang sudah dicanangkan melalui Inpres yang diteken oleh Presiden Joko Widodo tersebut.

“Sekarang orang sudah senang mau nonton sepakbola kita karena mereka melihat dan percaya sepakbola kita menuju ke arah yang benar,” kata Amali.

“Kita berharap industri sepakbola akan maju dengan banyak pihak mulai tertarik untuk investasi di sepakbola. Tapi kewajiban pemerintah, kewajiban federasi, (adalah) menjaga trust itu.”

Inpres Nomor 3/2019 muncul untuk menjawab kebutuhan peningkatan prestasi sepakbola nasional yang dianggap mesti menaikkan standarnya. Inpres ini juga ditandai dengan keberhasilan Indonesia mendapatkan hak sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 yang digeser ke 2023 karena pandemi virus corona (COVID-19).

Menpora mencatat bahwa keramahtamahan menyaksikan pertandingan sepakbola merupakan salah satu tolok ukur kepercayaan publik. Ia mencontohkan turnamen pramusim Piala Menpora 2020 pada Maret-April lalu sebagai ajang yang menggambarkan kenyamanan penonton.

“Kalau publik merasa nyaman, enak nonton sepakbola kita, walaupun prestasinya belum ya. Karena membangun satu tim tidak mudah, itu butuh waktu, akan berkembang hari demi hari,” kata Amali.

Pada saat yang sama, pencapaian terakhir sepakbola Indonesia ditandai dengan tersingkirnya tim nasional di Kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022. Kekalahan 0-5 kontra Uni Emirat Arab pada Jumat (11/6) menempatkan Garuda–julukan Timnas Indonesia–di klasemen akhir grup A.[]