Olahraga

Menpora Minta Ketum KONI Jembatani Polemik Pelatnas Panahan


Menpora Minta Ketum KONI Jembatani Polemik Pelatnas Panahan
Riau Ega Salsabila Agatha dan Diananda Choirunisa saat bertarung di nomor recurve ganda campuran Asian Games Jakarta-Palembang 2018 di Lapangan Panahan, Jakarta, Jumat (24/8). (ANTARA/Aditya Pradana Putra)

AKURAT.CO, Polemik pencoretan tiga atlet elit panahan pelatnas Olimpiade menemui titik terang. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali mengaku sudah meminta Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman untuk menyelesaikan polemik yang terjadi pada salah satu cabang olahraga andalan Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2021.

"Kemenpora tidak boleh terlalu dalam mencampuri permasalahan yang terjadi pada induk-induk organisasi (PB/PP). Yang pasti, Kemenpora dan PB/PP punya keterikatan dalam komitmen memajukan prestasi olahraga," kata Menpora Zainudin Amali di Gedung Kemenpora Jakarta, Rabu (26/8).

"Makanya, saya meminta pak Marciano untuk menyelesaikan polemik yang terjadi pada pelatnas panahan Olimpiade. Beliau juga telah berjanji akan segera bertemu dengan bu Illiza Sa'aduddin selaku Ketua Umum PB Perpani. Kita tunggu saja hasil pertemuannya."

Sebelumnya, pakar hukum olahraga, Dr Yusup Suparman SH LLM mengatakan pemerintah dalam hal ini Kemenpora punya kewenangan melakukan pengawasan dan bisa memberikan sanksi terhadap PB Perpani jika memang terbukti ada pelanggaran dalam seleksi nasional atlet dan pelatih pelatnas Olimpiade 2021.

Dalam pasal 8 ayat 2 Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 tahun 2017 tentang Percepatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) sudah diatur mengenai pelaksanaan seleksi harus dilakukan secara terbuka, objektif, jujur, adil, dan tidak diskriminatif. Aturan ini dibuat dalam rangka pemilihan atlet terbaik yang akan mewakili Indonesia pada ajang multi event baik SEA Games, Asian Games maupun Olimpiade.

"Tugas pemerintah melakukan pengawasan, apabila diketemukan terhadap hal tersebut, maka pemerintah punya kewenangan memberikan sanksi baik yang sifatnya administatif maupun aspek hukum lainnya," kata Yusup.

"Dalam pelaksanaan seleksi, induk organisasi (PB/PP) harus sesuai dengan ketentuan dalam rangka kegiatan PPON mulai dari pengembangan bakat, seleksi atlet dan pelatih, peningkatan performa tinggi dan pembinaan kehidupan sosial atlet."

Seperti diketahui, PB Perpani mencoret tiga atlet asal Jawa Timur yaitu Riau Ega Agata Salsabila, Diananda Choirunisa dan Asiefa Nur Haensa yang dianggap melakukan tindakan indisipliner karena tidak memenuhi panggilan. Di mana mereka ingin datang ke pelatnas jika didampingi pelatih pribadi, Denny Trisjanto.

Sebelumnya, PB Perpani tidak memili Denny dengan alasan mantan pelatih Tim Panahan Olimpiade Rio de janeiro 2016 ini berada di peringkat kelima daftar pelatih terbaik panahan Indonesia.

Riau Ega dan Diananda merupakan atlet terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini, berkat sentuhan Denny mereka bisa memastikan Indonesia mendapatkan tiket ke Olimpiade Tokyo 2021 setelah meraih prestasi pada Asian Games Jakarta 2018. Riau Ega meraih medali perunggu nomor recurve putra dan Diananda mendapatkan perak nomor recurve putri.[]