Olahraga

Menpora Khawatir Penolakan Israel Pengaruhi Bidding Olimpiade 2036

Israel telah memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia.


Menpora Khawatir Penolakan Israel Pengaruhi Bidding Olimpiade 2036
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali (Akurat.co/Dimas Ramadhan)

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali, mengaku khawatir dengan adanya penolakan Israel tampil di Piala Dunia U-20 2023. Kebijakan tersebut bisa berdampak pada bidding atau pengajuan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2036.

Menpora Amali ingin Indonesia bisa menerima kehadiran seluruh peserta Piala Dunia U-20 2023 tanpa terkecuali, termasuk Israel. Menurutnya, Indonesia harus menunjukkan kemampuan bisa menjadi tuan rumah yang baik.

"Kita berharap begitu (aman), agar sepak bola kita berkembang dan kita menunjukan bahwa bisa menjadi tuan rumah yang baik," kata Menpora Amali usai memimpin rapat koordinasi persiapan Piala Asia FIBA 2022 di Gedung Kemenpora, Jakarta, Senin (27/6).

baca juga:

"Kita juga sedang berniat bidding tuan rumah olimpiade 2036. Kalau (israel) tidak diterima ini akan berdampak pada kepercayaan dunia dan lembaga-lembaga olahraga internasional kepada kita."

Amali menuturkan bahwa setiap negara yang menjadi tuan rumah dalam ajang olahraga, termasuk sepak bola, sudah semestinya memiliki komitmen dan bisa memastikan seluruh negara peserta dapat bertanding.

"Saya sudah sampaikan bahwa ini adalah olahraga. Jadi sudah ada yang mengatur pertandingan sepak bola itu FIFA. Jadi setiap negara ketika menjadi tuan rumah harus punya komitmen," kata Menpora.

"Kita sudah punya komitmen bahwa semua negara yang lolos harus bisa bertanding. Jadi sangat clear dan FIFA pasti sama, PSSI juga sama. Kita menjadikan pertandingan ini menjadi bagian dari olahraga yang tidak tercampur dengan hal-hal lain."

Saat Israel memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2023 di Indonesia, ada usulan bahwa mereka bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, salah satu dari enam venue yang disiapkan Indonesia.

Terkait hal itu, Menpora Amali hanya berharap agar seluruh pertandingan turnamen sepak bola terbesar level junior itu berlangsung aman di manapun dilaksanakan.

"Saya kira yang penting main di Indonesia, main di Indonesia berarti main di mana aja. Jadi dari 2019 kita sudah bahas itu dan dari Kementerian Luar Negeri sudah menyampaikan dan ini ketentuan FIFA jadi tidak bisa kita tolak," kata Menpora.[]