Olahraga

Menpora: Kerumunan Perayaan Juara Piala Menpora Fanatisme Berlebihan

Sejumlah suporter Persija Jakarta melakukan perayaan juara tim mereka di Piala Menpora 2021 di Jakarta, Minggu (25/4).


Menpora: Kerumunan Perayaan Juara Piala Menpora Fanatisme Berlebihan
Suporter Arema FC bersama sejumlah suporter Persija Jakarta saat mendukung tim mereka dalam laga Liga 1 Indonesia 2019 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (3/8). (ANTARA/Aditya Pradana Putra)

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, meminta bantuan Polri untuk menyelidiki penyebab kerumunan dan konvoi perayaan juara Piala Menpora 2021 yang dilakukan sejumlah suporter. Zainudin menegaskan bahwa perayaan tersebut merupakan fanatisme yang berlebihan.

“Sikap yang sangat fanatik terlalu berlebihan, diwujudkan dengan kalau (suporter) Persija (Jakarta) berkumpul di jalan-jalan dengan membawa bendera dan segalanya,” kata Zainudin dalam sesi jumpa pers dari Solo, Jawa Tengah, Senin (26/4).

“Kalau Persib (Bandung) fanatisme itu ditandai dengan sikap terhadap kekalahan kepada timnya, bahkan mess Persib terkena dampak dilempari dan berbagai lainnya, dan mobil-mobil menjadi korban.”

Selepas Persija memastikan gelar juara Piala Menpora dengan kemenangan agregat 4-1 selepas menang 2-1 di leg kedua di Stadion Manahan, Solo, semalam, sejumlah suporter melakukan konvoi di Jakarta. Beberapa di antara mereka mengendarai motor sambil menyanyikan yel-yel dan mengibarkan bendera.

“Karena ini ranahnya kepolisian dan bukan ranah kami tentu kami akan minta tolong kepolisian untuk melihat ini siapa yang memulai dan ini menjadi pelajaran dan kalau memang ada pelanggaran secara hukum itu ranahnya kepolisian,” ucap Zainudin.

Menpora menyiratkan bahwa kerumunan perayaan gelar juara tersebut merupakan hal yang tak diperkirakan olehnya dan penyelenggara Piala Menpora 2021. Pasalnya, selama 35 hari pelaksanaan turnamen pramusim tersebut, situasi berjalan lancar dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Insiden ini kan terjadi setelah semuanya ditutup, stadion sudah ditutup, semua orang sudah kembali,” ucap Zainudin.

“Kami menyambut baik langkah kepolisian yang akan melakukan penelitian dan penelusuran tentang oknum-oknum yang mengajak berkerumun ini, dan tindakan yang dilakukan tentu ada aturan-aturan hukumnya, kepolisian lah yang punya area.”

Zainudin mengakui bahwa suporter masih menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi Kemenpora dan PSSI. Menurutnya bukan pekerjaan mudah karena jumlah suporter mencapai jutaan dan orang dan terkumpul melalui basis-basis terpisah.

“Memang urusan suporter ini sampai sekarang kita sekuat tenaga membuat mereka tertib, mengedukasi, tapi ini menyangkut orang banyak, jutaan orang, mengkoordinasikan orang yang terpencar-pencar ini bukan pekerjaan yang mudah,” ucap Zainudin.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co