Olahraga

Menpora Janji Panitia Lunasi Honor Relawan PON dan Peparnas Sebelum Akhir Tahun

“Sebelum akhir tahun anggaran ini supaya kewajiban-kewajiban, seandainya masih ada kewajiban, itu harus segera dibayarkan,” ujar Menpora Zainudin.


Menpora Janji Panitia Lunasi Honor Relawan PON dan Peparnas Sebelum Akhir Tahun
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (2/12/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali berjanji pihaknya akan terus mendorong Pengurus Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua 2021 untuk segera melunasi kewajiban pembayaran honorarium kepada semua unsur yang terlibat dan membantu penyelenggaraan dua ajang nasional tersebut. 

Menurut Zainudin, meski dana belum seluruhnya dicairkan oleh Kementerian Keuangan, tetapi panitia masih mempunyai sisa anggaran PON dan Peparnas lalu yang dapat digunakan untuk pembayaran sejumlah tunggakan. 

Namun PB PON dan PB Peparnas, lanjut dia, sangat berhati-hati agar pembayaran tidak salah sasaran. Meski demikian, Menpora memastikan bahwa kewajiban honorarium relawan dapat dibayarkan pada akhir tahun ini.

“Sebelum akhir tahun anggaran ini supaya kewajiban-kewajiban, seandainya masih ada kewajiban, itu harus segera dibayarkan,” ujar Menpora Zainudin saat melakukan Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI dengan agenda Realisasi APBN Tahun 2021 di ruang rapat Komisi X DPR RI, Senayan, Kamis (2/12), seperti dikutip dari laman resmi Kemenpora.

“Tetapi informasi sementara yang kami dapatkan sebenarnya di sana itu masih ada dana untuk membayar itu, cuma karena kehati-hatian disana takut membayarkan, tahu-tahu salah membayar.”

Menpora menjelaskan, kehati-hatian dilakukan lantaran sejauh ini sudah ditemukan ada beberapa kali kasus salah bayar dalam pelaksanaan PON dan Peparnas Papua, salah satunya adalah salah bayar tanah ganti rugi. 

“Jadi, itu akan jadi masalah buat mereka (PB PON-Peparnas) karena setelah dibayarkan, ada lagi yang datang katanya belum bayar,” tutur Zainudin. 

Lebih jauh, Menpora juga mengaku mengaku khawatir kondisi tersebut terulang saat mereka membayar honorarium kepada para relawan, termasuk fotografer, tenaga kesehatan, sopir dan relawan lainya. 

Oleh karenanya, Zainudin meminta agar Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), perwakilan Kementerian Keuangan dan Inspektorat Kemenpora membantu PB PON dan Peparnas untuk melakukan verifikasi terhadap dokumen-dokumen yang ada. 

“Jadi, kami hati-hati betul, jangan sampai salah bayar, masalahnya, kan, ada di mereka (PB PON-Peparnas). Dan bahkan komitmen Gubernur (Ketua PB PON-Peparnas) itu menalangi dulu atau sistem reimburse,” tutup Zainudin.

Sumber: Kemenpora