Olahraga

Menpora Janji Bantu LADI Percepat Cabut Sanksi dari WADA

Menpora melakukan rapat kerja dengan Komisi X DPR RI.


Menpora Janji Bantu LADI Percepat Cabut Sanksi dari WADA
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali saat rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, Kamis (12/11). (Kemenpora)

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali berjanji akan bekerja sekeras mungkin. Agar Badan Anti Narkoba Dunia (WADA) mencabut sanksinya ke Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI).

Hal tersebut diungkapkan oleh Menpora saat sedang rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Kamis (11/11). 

"Kita konsentrasi kepada akselerasi penyelesaian masalah-masalah antara LADI dan WADA dan mempercepat pencabutan sanksi setelah itu baru investigasi. Kita tidak ingin jika dijalankan bersamaan dua fungsi utama bisa terganggu karena belum tahu mana pihak yang terlibat dan sebagainya," kata Menpora, sebagaimana diberitakan situs resmi Kemenpora.

Menurut Menpora, Presiden Joko Widodo berpesan kepada dirinya untuk memenuhi semua permintaan WADA, perbaiki komunikasi, investigasi dan umumkan hasil investigasi. 

"Ada tiga arahan Bapak Presiden yakni penuhi permintaan WADA, perbaiki komunikasi, investigasi dan umumkan hasilnya tidak boleh ada yang ditutup-tutupi," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Percepatan dan Investigasi Penyelesaian Sanksi WADA Raja Sapta Oktohari mengaku fokus terhadap proses akselerasi dan sudah mendapatkan fakta-fakta. 

"Kami fokus proses akselerasi dan sudah mendapat tiga fakta yakni masalah komunikasi, administrasi, serta teknis," ujarnya. 

Menurutnya, untuk masalah komunikasi sudah dilakukan dengan semua stakeholder yang akhirnya terdapat relaksasi yang membuat Indonesia tetap mengadakan kegiatan-kegiatan sesuai dengan jadwal. 

"Orang Indonesia yang duduk di both-both members internasional tetap bisa melakukan aktifitas seperti biasa bahkan lagu Indonesia Raya masih dikumandangkan apabila Indonesia ada yang menang dalam pertandingan, hanya memang untuk Bendera Merah-Putih masih menunggu complains," jelasnya.

"Semoga dalam satu atau dua minggu kedepan bisa diselesaikan. Untuk masalah teknis semoga akhir November bisa tuntas. Setelah itu kami akan melakukan diplomasi kembali kepada WADA bahwa semua tantangan-tantangan yang menjadi dasar sanksi yang diberikan kepada Indonesia telah bisa diselesaikan sehingga apabila memungkinkan proses pengangkatan sanksi dipercepat," tambahnya. 

Hal ini, lanjutnya, memang butuh diplomasi karena sanksi telah dijatuhkan selama satu tahun. 

"Jadi, selain bendera yang tidak bisa dikibarkan juga kegiatan internasional yang baru didapat belum bisa diumumkan, tetapi kegiatan yang sebelumnya sudah didapat sebelum jatuh sanksi WADA masih tetap bisa dijalankan sesuai jadwal," urai Okto.[]