Olahraga

Menpora: Indonesia Hanya Kirim Atlet Potensial ke SEA Games 2021

“Jadi kita tidak lagi seperti sebelumnya yang memperbanyak kontingen dan kemudian hasilnya tidak bisa kita ukur dengan pasti," katanya.


Menpora: Indonesia Hanya Kirim Atlet Potensial ke SEA Games 2021
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali saat melakukan konferensi pers secara virtual. (Tangkapan layar)

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali kembali menyampaikan bahwa Indonesia tidak akan mengirimkan banyak atlet untuk tampil di SEA Games 2021. 

Setelah mengalami penundaan setahun karena pandemi COVID-19, SEA Games 2021 akan dimulai dalam hitungan bulan. Vietnam tetap menjadi tuan rumah dalam ajang multi-olahraga paling bergengsi di Asia Tenggara ini pada 12-23 Mei 2022 mendatang.

Indonesia yang biasanya kerap mengirimkan atlet sebanyak-banyaknya ke SEA Games, kini tak akan melakukan cara yang sama pada edisi kali ini.

baca juga:

Menpora Zainudin Amali menuturkan, SEA Games saat ini bukan lagi tolok ukur prestasi olahraga Indonesia. Menurutnya,  multi-event yang Indonesia pernah jadi juara umum sebanyak sepuluh kali itu hanya menjadi sasaran antara untuk Olimpiade, seperti yang tertuang dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

“Sejauh ini Pelatnas masih berkoordinasi dengan cabor. Kan itu harus direview. SEA Games ini kan nggak menjadi sasaran utama, tapi Olimpiade sasaran utamanya. Jadi ajang ini dan Asian Games hanya menjadi sasaran antara saja, sehingga cabor-cabor atau nomor yang benar kita kirimkan itu bisa berprestasi,” kata Menpora Amali, Selasa (25/1).

“Jadi kita tidak lagi seperti sebelumnya yang memperbanyak kontingen dan kemudian hasilnya tidak bisa kita ukur dengan pasti.”

Oleh karena itu, Menpora dan pihaknya saat ini tengah mempertimbangkan dan menghitung-hitung soal seberapa besar peluang dan kemampuan setiap atlet untuk menjadi juara atau meraih medali di masing-masing cabor.

“Kalau dulu kan kita hitungnya peringkat. Nah, sekarang kami mencoba formula baru. Kita akan melihat (potensi dan peluangnya), sehingga cabor-cabor ini punya tanggung jawab untuk bagaimana mereka tidak sekedar mengirimkan atlet, tapi juga bisa ada prestasi,” tambah Amali.

Pun demikian, Amali juga menegaskan bahwa kontingen Indonesia yang dikirim ke Vietnam nantinya didominasi oleh atlet-atlet muda dengan persentase 60 persen, untuk dipadukan dengan atlet senior sebesar 40 persen.

“Komposisi tetap kita mengirimkan atlet atlet muda. Karena kan dengan sasaran utama olimpiade, maka yg dipersiapkan adalah mereka yang benar-benar bisa berprestasi di olimpiade,” imbuh politikus partai Golkar ini.[]