Olahraga

Menpora: Bonus Piala Thomas Bukan karena Desakan Publik

Beberapa hari sebelumnya muncul pembicaraan di media sosial soal bonus untuk Piala Thomas. Diawali dengan unggahan Jonatan Christie berfoto dengan Jokowi.


Menpora: Bonus Piala Thomas Bukan karena Desakan Publik
Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, serta Ketua Umum PBSI, Firman Agung Sampurna, bersama Piala Thomas di Bali, 1 Desember 2021. (PBSI)

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, membantah bahwa pencairan bonus untuk tim Piala Thomas 2020 merupakan respons dari kritik publik. Amali mengatakan Kemenpora hanya ingin mengikuti aturan sebab berhubungan dengan pengeluaran negara.

“(Pemberian bonus) ini bukan karena desakan publik karena kami telah berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan, jadi kami benar-benar mengikuti rules,” kata Zainudin dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Sabtu (4/12), sebagaimana dipetik dari Antara.

Pernyataan ini disampaikan Zainudin karena beberapa hari sebelumnya muncul pembicaraan di media sosial soal bonus untuk Piala Thomas. Diawali dengan unggahan atlet tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, ketika berfoto dengan Presiden Joko Widodo di Bali, beberapa hari lalu.

“Terimakasih sudah hadir, tapi jangan lupa ya Pak…” tulis Jonatan yang kemudian diikuti dengan pertanyaan serta sindiran warganet tentang bonus Piala Thomas.

Zainudin mengatakan bahwa ia berhati-hati dan berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan. Menurutnya, pengeluaran ini masuk dalam pengawasan Badan Pemeriksa Keuangan dengan Kemenpora sebagai penanggung jawab.

“Saya harus berhati-hati karena ini menyangkut keuangan negara. Saya tidak mau salah ternyata dalam aturan kita tidak cukup jelas (kategori pemberian bonus). Namun kami konsultasi dengan Kemenkeu terkait pemberian bonus ini, akhirnya kami memutuskan tim Piala Thomas akan diberikan bonus,” kata Zainudin.

“Mohon juga kepada publik atas kehati-hatian ini seolah-olah kami tidak ada perhatian, tidak ada apresiasi. Mohon pengertiannya karena yang akan diperiksa adalah kami di Kemenpora.

”Sementara itu, kejuaraan beregu seperti Piala Thomas tidak termasuk dalam kategori pemberian bonus dalam regulasi. Olahragawan mendapatkan bonus di ajang internasional atas nama perorangan.

Pemerintah juga tidak menjanjikan bonus bagi tim Piala Thomas. Adapun bonus untuk skuat yang dipimpin oleh Hendra Setiawan tersebut hanya dijanjikan oleh PBSI sebesar Rp5 miliar yang sudah diserahkan pada November silam.

Piala Thomas sendiri sangat berkesan bagi publik karena kembali ke Tanah Air setelah 19 tahun sejak terakhir kali menjadi milik Indonesia pada 2002 di China. Sekaligus mengukuhkan Indonesia sebagai negara dengan gelar Piala Thomas terbanyak sepanjang sejarah.[]