Olahraga

Menpora Bertekad Bikin Angkat Besi Digemari seperti Bulutangkis

Sejak Olimpiade Sidney 2020, cabang angkat besi konsisten memberikan medali untuk Indonesia dengan sumbangan terakhir satu perak dua perunggu di Tokyo.


Menpora Bertekad Bikin Angkat Besi Digemari seperti Bulutangkis
Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah berlatih saat menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Angkat Besi di Mess Kwini, Jakarta, Selasa (28/1/2020). (ANTARA/Aditya Pradana Putra)

AKURAT.CO, Di Olimpiade Tokyo 2020, cabang angkat besi mungkin tidak mendapat perhatian sebesar bulutangkis. Namun begitu, sebenarnya olahraga ini adalah cabang yang konsisten memberikan medali sejak Olimpiade Sidney 2000.

Di Tokyo tahun ini misalnya, angkat besi memang belum menyumbangkan emas. Namun, dari segi jumlah cabang ini menjadi penyumbang medali terbanyak dengan tiga medali (satu perak dan dua perunggu).

Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, berjanji akan membuat angkat besi menjadi olahraga yang populer di Indonesia karena sumbangsihnya di olimpiade. Zainudin berharap akan lebih banyak masyarakat yang menekuni olahraga ini sebagaimana juga sepakbola dan bulutangkis.

“Olahraga angkat besi ini adalah olahraga individual. Memang harus kita carikan cara, paling tidak masyarakat itu mau dan suka untuk menggeluti cabang olahraga angkat besi. Memang tidak mudah untuk masyarakat kita, terutama bagi kaum perempuan,” kata Zainudin di Jakarta, Selasa (3/8), sebagaimana dipetik dari Antara.

Zainudin mengatakan bahwa upaya mempopulerkan angkat besi akan menjadi bagian dari desain besar (grand design) olahraga nasional. Dalam program yang memfokuskan peningkatan prestasi di olimpiade tersebut angkat besi akan mememiliki program pembinaan usia dini sampai ke daerah.

“Memang kita akan usahakan tetapi untuk sama persis (dengan sepakbola dan bulutangkis) tidak, tapi menarik minat, mengikuti itu kita butuh dorongan dari semua pihak,” tutur Zainudin.

Total, angkat besi menjadi penyumbang medali terbanyak kedua bagi Indonesia dalam sejarah keikutsertaan di olimpiade setelah bulutangkis. Sejauh ini, pasukan angkat besi Indonesia sudah mengumpulkan tujug perak dan delapan perunggu.

Tahun ini saja, Indonesia meraih tiga medali dari lima lifter yang berangkat ke Tokyo. Mereka yang berhasil di antaranya Eko Yuli Irawan untuk perak kelas 61 kilogram putra, Windy Cantika Aisah di kelas 49 kilogram putri, serta Rahmat Erwin Abdullah di kelas 73 kilogram putri.

Ke depan, target Indonesia di cabang ini adalah medali emas. Eko Yuli sebenarnya diharapkan bisa mencetak sejarah tersebut di Olimpiade Tokyo 2020 namun kondisi latihan di masa pandemi menyulitkannya untuk bersaing dengan seteru terberatnya dari China yang meraih emas, Li Fabin.[]