Ekonomi

Menperin Sesumbar, Industri Otomotif Jadi Sektor Andalan Ekonomi RI

Menperin mengungkapkan industri otomotif jadi salah satu sektor andalan yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap ekonomi nasional


Menperin Sesumbar, Industri Otomotif Jadi Sektor Andalan Ekonomi RI
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara Musyawarah Nasional Dewan Koperasi Indonesia di Makassar, Selasa (12/11/2019). (Dokumentasi: Istimewa/Kementerian Perindustri)

AKURAT.CO, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional, di mana terdapat 22 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang ada di Indonesia.

“Sektor ini telah menyumbangkan nilai investasi sebesar Rp99,16 triliun dengan total kapasitas produksi mencapai 2,35 juta unit per tahun dan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 38,39 ribu orang,” tutur Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita lewat keterangannya di Jakarta, Jumat (19/2/2021).

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita juga mengemukakan potensi industri kendaraan bermotor roda dua dan tiga di Tanah Air saat ini terdapat 26 perusahaan. Total nilai investasi yang telah digelontorkan sebesar Rp10,05 triliun dengan kapasitas produksi mencapai 9,53 juta unit per tahun dan menyerap tenaga kerja hingga 32 ribu orang.

“Bahkan, dari sektor otomotif ini memberikan dampak luas kepada lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut,” ungkapnya.

Industri otomotif dinilai memiliki peran penting dan strategis sehingga dimasukkan ke dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, yang mendapat prioritas pengembangan dalam implementasi Industri 4.0.

“Produk kendaraan bermotor produksi dalam negeri telah mampu menembus pasar ekspor ke lebih dari 80 negara di dunia. Pada periode tahun 2020, ekspor kendaraan Completely Build Up (CBU) sebanyak 232,17 ribu unit atau senilai Rp41,73 triliun,” papar Menperin Agus.

Sedangkan, pengapalan untuk kendaraan Completely Knock Down (CKD) sebanyak 53,03 ribu set atau senilai Rp1,23 triliun, dan komponen sebanyak 61,2 juta pieces atau senilai Rp17,52 triliun.

“Seiring Program Making Indonesia 4.0, sektor industri kendaraan bermotor nasional ditargetkan akan menjadi pemain global,” ujar Menperin Agus.

Bahkan, Indonesia akan menjadi ekspor hub kendaraan bermotor, baik untuk kendaraan berbasis bahan bakar minyak atau Internal Combustion Engine (ICE) maupun kendaraan listrik atau Electrical Vehicle (EV).