Ekonomi

Menperin Petakan 9 Tantangan Pelaku Industri, Apa Saja?

Menperin Petakan 9 Tantangan Pelaku Industri, Apa Saja?
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara Musyawarah Nasional Dewan Koperasi Indonesia di Makassar, Selasa (12/11/2019). (Dokumentasi: Istimewa/Kementerian Perindustri)

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya menyelesaikan berbagai tantangan yang sedang dihadapi pelaku industri di tanah air. Langkah ini guna mengakselerasi pengembangan manufaktur nasional agar lebih berdaya saing di kancah global.

“Sedikitnya kami sudah memetakan, ada sembilan tantangan. Kami aktif melakukan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mendapatkan jalan keluarnya,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (6/3/2021).

Menperin menyebutkan sembilan tantangan tersebut, yaitu terkait bahan baku dan bahan penolong, infrastruktur, utilitas, ketersediaan tenaga ahli, tekanan produk impor, limbah plastik sebagai limbah B3, kendala sektor industri kecil menengah (IKM), logistik sektor industri, serta mengenai penguatan basis data sektor industri.

baca juga:

“Kami bertekad untuk menjaga industri dapat bahan baku dan bahan penolong, salah satunya adalah pasokan gas,” ujarnya.

Pada Juni 2020, pemerintah merealisasikan penurunan harga gas bumi untuk tujuh sektor industri yaitu industri pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet.

“Terdapat 176 perusahaan dari tujuh sektor yang saat ini mendapat fasilitas penurunan harga gas dengan total volume 957,3 ribu hingga 1,18 juta BBUTD,” ungkap Menperin.

Sementara itu, mengenai tantangan infrastruktur dan utilitas, Kemenperin telah mendorong melalui pembangunan kawasan industri sehingga tumbuh dari pertumbuhan, dari 89 kawasan industri pada 2016 menjadi 128 kawasan industri di tahun 2020.

Selanjutnya, terkait penciptaan tenaga ahli sektor industri yang kompeten, Kemenperin menginisiasi program pendidikan dan pelatihan vokasi yang mengusung konsep dual system.

“Kami memiliki 9 SMK, 10 Politeknik dan 2 Akademi Komunitas dengan 18.743 siswa dan mahasiswa yang ketika lulus telah siap kerja untuk memenuhi kebutuhan industri,” tutur Menperin.

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu