Ekonomi

Menperin Desak Toyota Realisasikan Ekspor Kendaraan ke Australia

Menperin dorong Toyota realisasikan ekspor kendaraan dari Indonesia ke Australia dengan produksi kendaraan yang dibutuhkan Negeri Kanguru


Menperin Desak Toyota Realisasikan Ekspor Kendaraan ke Australia
Logo Toyota (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong Toyota Motor Corporation (TMC) Jepang untuk merealisasikan ekspor kendaraan dari Indonesia ke Australia dengan memproduksi kendaraan yang dibutuhkan Negeri Kanguru itu di Tanah Air.

"Kita mau membuka pasar ekspor Toyota ke Australia dan mereka mempertimbangkan," ujar Menperin Agus Gumiwang saat menggelar konferensi pers secara virtual dari Jepang yang disaksikan di Jakarta, Kamis (11/3/2021).

Menperin menyebut bahwa Pemerintah Indonesia akan menyusun regulasi terkait perizinan ekspor kendaraan ke Australia dalam kerangka Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA).

Menurut Menperin Agus, TMC juga berkomitmen untuk menambah negara tujuan ekspor baru dari saat ini 80 negara menjadi 100 negara.

"Toyota berkomitmen untuk memperluas pasar ekspor dari 80 negara akan dikembangkan menjadi 100 negara pada 2024," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Toyota juga menyampaikan komitmen untuk menambah investasi di Indonesia masih belum berubah yakni sebesar 2 miliar dolar AS hingga 2024.

Menperin Agus Gumiwang melakukan kunjungan ke Jepang selama dua hari yakni pada 10-11 Maret 2021 untuk memenuhi undangan dari pelaku utama industri otomotif yang juga sudah beroperasi di Indonesia.

Selain Toyota, Menperin juga bertemu dengan pelaku utama industri otomotif Honda, Mitsubishi, Suzuki, dan Mazda. Tujuan utama kunjungan kerja Menperin kali ini adalah menggaet tambahan investasi di sektor otomotif.

Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pihaknya saat ini tengah mendorong Mazda untuk membangun pabrik pertama di Indonesia.

Menperin tengah menyakinkan Mazda untuk berinvestasi di Indonesia dengan rasio kepemilikan kendaraan Indonesia yang masih kecil. Pihaknya pun akan menindaklanjuti peluang investasi tersebut pada bulan Mei mendatang.

Selain itu, pada kunjungannya di Jepang Menperin juga bertemu dengan Honda dimana perusahaan tersebut berkomitmen menambahkan investasi sebesar Rp5,2 triliun.

"Saya juga bertemu dengan Honda memberikan komitmen bahwa akan menambah investasi sampai dengan 2024 sekitar Rp5,2 triliun. Ini termasuk dalam pengembangan model-model baru yang akan dikembangkan di Indonesia," katanya.

Kemudian Menperin juga bertemu dengan Suzuki dimana perusahaan tersebut bakal menambah investasi sebesar Rp1,2 triliun hingga 2024 untuk basis pengembangan mobil baru dan hybird.

Menperin mengklaim juga bertemu perusahaan diluar otomotif, yakni Sojitz yang merupakan perusahaan petrokimia yang berminat untuk investasi di Bituni untuk investasi migas.[]

Sumber: ANTARA