News

Menlu Retno: ASEAN Tak Terhenti, Kita Terus Bersatu Lawan Covid-19


Menlu Retno: ASEAN Tak Terhenti, Kita Terus Bersatu Lawan Covid-19
Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P. Marsudi melaksanakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri/Deputi Perdana Menteri Viet Nam, Pham Binh Minh, di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN dan Mitra Wicara, di Bangkok, Thailand pada Rabu (31/7/2019) (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno L.P Marsudi bersama para Menteri Luar Negeri Negara-negara ASEAN sepakat untuk tingkatkan sinergi memerangi COVID-19 dan dampaknya.

Kesepakatan ini dihasilkan pada Pertemuan 25th Meeting of the ASEAN Coordinating Council (ACC) melalui video konferensi pada Kamis (9/4/2020).

Menurut Retno, mesin diplomasi ASEAN tetap berjalan meski di tengah mewabahnya virus Corona.

“Sekali lagi mencerminkan bahwa mesin ASEAN tidak terhenti di tengah pandemi kita terus bersatu bekerja bersama tangani COVID-19, dan kita kerjsa sama dengan para mitra kita melalui mekanisme ASEAN class plus three,” kata Menlu Retno saat video konferensi, Kamis (9/4/2020).

Dalam pertemuan ini, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno L.P. Marsudi, menegaskan empat hal.

Pertama, terkait upaya memerangi COVID-19, Indonesia menekankan pentingnya implementasi hasil-hasil pertemuan Menteri Kesehatan ASEAN dan ASEAN Plus Three. Indonesia mengusulkan agar pada saat KTT Khusus ASEAN terkait COVID-19, para Pemimpin ASEAN dapat menginstruksikan mekanisme ASEAN terkait untuk penyusunan protocol for cross-border public health responses.

“Indonesia juga menggarisbawahi arti penting protokol untuk cross- border public heaath responses, seperti contact tracing dan juga investigasi dari outbreak,” kata Menlu Retno.

Kedua, pentingnya komitmen untuk memastikan arus barang khususnya makanan, obat-obatan dan peralatan medis.

“Saya juga menegaskan pentingnya komitmen untuk memastikan arus barang, khususnya makanan dan kebutuhan pokok lainya obat-obatan dan peralatan medis kita tekankan agar tidak mengalami hambatan,” ujarnya.

“Indonesia mengusulkan kesepakatan mengenai Supply Chain and Flow of Goods during the Outbreak dapat direkomendasikan pada KTT ASEAN Plus Three Khusus mendatang” tambah Menlu Retno.

Ketiga, ASEAN juga perlu melindungi warga negara ASEAN termasuk kelompok rentan khususnya pekerja migran. Dalam hal ini Indonesia juga usulkan protocol of movement of people within ASEAN Member States, sebagai salah satu langkah pemulihan pasca-pandemi. ASEAN juga perlu memperhatikan mandatory health protocols.

Keempat, ASEAN dapat menjajaki penggunaan ASEAN Development Fund dan APT Cooperation Fund untuk membentuk ASEAN COVID-19 Response Fund.

“Fund ini berguna untuk membantu negara anggota ASEAN dalam memastikan ketersediaan peralatan medis dan dapat dibuka untuk Mitra Wicara ASEAN” ungkapnya.

Pada pertemuan tersebut, para Menteri Luar Negeri ASEAN juga mengadopsi rekomendasi ACCWG on Public Health Emergencies yang diselenggarakan pada tanggal 31 Maret 2020.

Selain itu, para Menlu ASEAN menyepakati penyelenggaraan KTT Khusus ASEAN dan KTT Khusus APT mengenai COVID-19 pada tanggal 14 April 2020, serta mengharapkan kedua KTT dimaksud dapat menghasilkan outcome yang memperkuat komitmen dan kerja sama konkret dalam memerangi COVID-19.

“Kita selalu memikirkan dan memberi perhatian khusus bagi warganegara kita dengan penghasilan kecil, para pekerja sektor informal serta kelompok rentan lainnya. Pada saat memikirkan mereka, maka timbul spirit yang tinggi untuk tidak menyerah. Never give up and let us stay together to get this through,” ajak Menlu RI kepada semua Menlu ASEAN.

Pertemuan ditutup dengan ajakan Menteri Luar Negeri ASEAN bersatu melawan COVID-19 dalam bahasa masing-masing.

“Indonesia bersatu dengan seluruh negara ASEAN melawan COVID-19” pungkasnya.[]

 

Dedi Ermansyah

https://akurat.co