News

Menlu Panggil Dubes Australia terkait Wacana Pemindahan Kedubesnya ke Yerusalem

Menlu Panggil Dubes Australia terkait Wacana Pemindahan Kedubesnya ke Yerusalem
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri depan), Menlu Retno Marsudi (kedua kanan depan) serta Presiden Nauru Baron Divavesi Waqa (kiri depan) berfoto bersama dengan mahasiswa yang hadir dalam acara Bali Democracy Forum (BDF) ke-10 yang diselenggarakan di ICE, Tangerang, Banten, Kamis (7/12). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi memanggil Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Gary Quinlan terkait wacana pemindahan Kedutaan Besar (Kedubes) Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Juru Bicara Kemlu RI Arrmanatha Nasir mengungkapkan, pemanggilan Dubes Gary tersebut untuk diminta penjelasanya terkait wacana pemindahan Kedubes Australia tersebut.

"Dubes Australia sore ini diminta datang ke Pejambon untuk dimintai penjelasan terkait pernyataan Australia atas masalah Palestina," kata Juru Bicara Kemlu Arrmanatha Nasir kepada wartawan di Jakarta pada Selasa (16/10).

baca juga:

Dubes Gary tiba di Kemlu sekitar pukul 17.15 WIB dan langsung menuju ruang pertemuan dengan Menlu Retno.

Menlu Retno sebelumnya menyampaikan sikap Indonesia terkait pernyataan Perdana Menteri Australia Scott Morrison tentang kemungkinan pemindahan Kedutaan Besar Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Dalam pernyataan pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Palestina Riad al Malki di Gedung Pancasila, Jakarta, Selasa, Menlu Retno menjelaskan bahwa masalah Yerusalem adalah salah satu dari enam persoalan, yang harus dirundingkan dan diputuskan sebagai bagian akhir dari pencapaian perdamaian menyeluruh.

Perdamaian Palestina dengan Israel harus dicapai melalui "penyelesaian dua negara", yang juga sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan serta Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Oleh karena itu, Indonesia meminta Australia dan negara lain terus mendukung upaya perdamaian Palestina dengan Israel sesuai dengan yang disepakati, tidak mengambil langkah yang dapat mengancam upaya perdamaian serta keamanan dunia," kata Retno.

Retno juga telah menghubungi Menlu Australia Marise Payne terkait masalah itu dan menegaskan keberpihakan Indonesia kepada Palestina dalam perjuangan mencapai kemerdekaan sejati.[]