Ekonomi

MenkopUKM Klaim UMKM Mampu Bertahan di Tengah Krisis Berkat 2 Program Ini

Teten Masduki menilai bantuan pemerintah melalui program PEN mampu menjaga dan membuat UMKM bertahan di tengah krisis.


MenkopUKM Klaim UMKM Mampu Bertahan di Tengah Krisis Berkat 2 Program Ini
Pekerja mereparasi gitar di kawasan Pasar Minggu, Jakarta, Minggu (12/7/2020). Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menargetkan sebanyak 4,8 juta UMKM bisa mendapatkan dana stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dialokasikan Rp1 triliun. Dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang besarannya di luar target penyaluran pinjaman LPDB-KUMKM pada 2020 sebesar Rp1,85 triliun yang telah dialokasikan sebelumnya. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenkopUKM) Teten Masduki menilai bantuan pemerintah melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) mampu menjaga dan membuat UMKM bertahan di tengah krisis pandemi Covid-19.

"Program pemerintah terbukti cukup tepat untuk menjaga UMKM bisa bertahan dan bisa survival menghadapi pandemi Covid-19," katanya dalam acara Infobank UMKM Milenial Summit 2021 secara daring di Jakarta, Kamis (6/5/2021).

Dilansir dari Antara, Teten menyatakan hal itu dapat dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang mulai membaik yaitu minus 2,19 persen pada kuartal IV-2020 menjadi minus 0,74 persen pada kuartal I-2021.

Menurutnya, realisasi tersebut tidak hanya ditopang oleh belanja pemerintah dan konsumsi rumah tangga yang semakin membaik melainkan juga program seperti bantuan bagi pelaku usaha mikro (BPUM) dan subsidi bunga KUR.

Tak hanya itu, BPUM atau Banpres Produktif ini juga mendapat respons positif dari penerima program yaitu berdasarkan survei oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) menunjukkan bantuan tersebut sudah tepat sasaran.

Hasil survei menyebutkan sebanyak 88,5 persen dana banpres produktif digunakan oleh penerima untuk membeli bahan baku, 23,4 persen digunakan untuk membeli alat produksi, serta 53,5 persen penerima program tidak memiliki pekerjaan lain selain menjadi pelaku usaha.

"Jadi, ini sangat tepat sasaran," ujarnya.

Selanjutnya, angka pengangguran terbuka yang mulai turun dari 7,07 persen pada Agustus 2020 menjadi 6,26 persen pada Februari 2021 turut mencerminkan dunia usaha telah kembali bergeliat atau mulai pulih.

"UMKM optimis dan yakin pemerintah mampu menangani dampak Covid-19 dengan baik. Ini saya kira kepercayaan yang penting di saat kita menghadapi problem berat dan ini kepercayaan dari 99 persen pelaku usaha di Indonesia," katanya.

Pemerintah pada program PEN tahun ini telah menyiapkan Rp186,81 triliun untuk mendukung UMKM dan korporasi yang meliputi subsidi bunga UMKM Rp31,95 triliun, BPUM Rp17,34 triliun, subsidi IJP Rp8,51 triliun, PMN BUMN, LPEI, dan LPI Rp58,76 triliun, penempatan dana Rp66,99 triliun, serta dukungan lainnya Rp3,27 triliun. []

Sumber: Antara

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co