News

Menko PMK Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Peningkatan Potensi Bencana

Menko PMK Muhadjir Effendy menekankan kesiapsiagaan bencana sangat penting untuk meminimalisir risiko serta dampak yang tidak diinginkan.


Menko PMK Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Peningkatan Potensi Bencana
Muhadjir Effendy (Humas Kemenko PMK)

AKURAT.CO, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa curah hujan meningkat 70 persen hampir seluruh wilayah Indonesia pada Januari-Maret 2022. Pada saat bersamaan, badai La Nina diprediksi terus berkembang di Indonesia dengan intensitas lemah sampai sedang setidaknya hingga Februari 2022. 

Menko PMK Muhadjir Effendy menekankan kesiapsiagaan bencana sangat penting untuk meminimalisir risiko serta dampak yang tidak diinginkan. Hal itu dia sampaikan saat memberikan arahan Apel Kesiapsiagaan Bencana di halaman Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Minggu (28/11/2021). 

Muhadjir menekankan kerja sama semua pihak sangat diperlukan agar antisipasi bencana dapat lebih maksimal. Mulai level provinsi, kabupaten atau kota diharapkan melakukan kesiapsiagaan di daerah, OPD Provinsi menyiapkan sumber daya, melakukan simulasi bencana kontijensi, serta menghimpun relawan dan dukungan lainnya untuk kesiapsiagaan. 

Pada level kabupaten atau kota, yaitu melakukan sosialisasi daerah rawan bencana hidrometeorologi, memastikan tempat evakuasi, memastikan kesiapsiagaan, memastikan seluruh OPD siap sumber daya, dan melakukan aktivasi Pusdalops di BPBD. 

Pada level kecamatan atau des dan kelurahan perlu memastikan kesiapan tempat evakuasi, melakukan sosialisasi informasi kepada masyarakat dengan protokol kesehatan, memperkuat desa/kelurahan tangguh bencana, juga melakukan simulasi mandiri sesuai rencana evakuasi yang sudah dibuat. 

“Pada level masyarakat yaitu harus memastikan masyarakat tangguh, informasi terkait kebencanaan benar-benar sampai. Tidak kalah penting harus dilakukan penguatan manajemen bencana mulai dari rumah, sekolah, tempat ibadah, pelayanan kesehatan, kantor, pasar, dan fasilitas-fasilitas umum yang ada,” papar Muhadjir. 

Ia pun berharap melalui Apel Kesiapsiagaan Bencana akan dapat mendorong upaya peningkatan antisipasi dan kesiapsiagaan hidrometeorologis serta mulai membudayakan kapasitas adaptasi dan tanggap bencana untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh. 

Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh merupakan daerah yang kerap memiliki beberapa potensi bencana, seperti gempa, maupun bencana hidrometeorologi diantaranya banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).[]