Rahmah

Menko PMK: Pesantren Berada dalam Arus Utama Pendidikan Nasional

Muhadjir Effendy memberi sambutan dalam acara launching Peringatan Hari Santri (HSN) 2021 di Gedung Kementerian Agama (Kemenag).


Menko PMK: Pesantren Berada dalam Arus Utama Pendidikan Nasional
Muhadjir Effendy (Seputarkepri)

AKURAT.CO  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menyebut, pada periode pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini telah memberikan perhatian yang sangat tinggi terhadap pondok pesantren dan santri di Indonesia. Pasalnya sejak tujuh tahun lalu Presiden Joko Widodo telah menetapkan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015, tanggal 22 Oktober merupakan tanggal Peringatan Hari Santri Nasional.

Pengakuan tersebut dikatakan Muhadjir Effendy saat memberi sambutan dalam acara launching Peringatan Hari Santri (HSN) 2021 di Gedung Kementerian Agama (Kemenag), Selasa (21/9/2021).

"Sejak tujuh tahun yang lalu Presiden sudah mencanangkan hari santri yang sekarang kita peringati ini, dan nanti akan digelar serangkaian kegiatan yang Allah akan cukup bermakna untuk kepentingan bangsa dan negara ini," kata Muhajir.

Muhadjir juga menyampaikan bahwa pesantren dan para santri telah berada di dalam arus utama sistem pendidikan nasional. Menurutnya, hal ini menjadi suatu pengakuan yang tidak ternilai harganya untuk kepentingan semua dalam konteks membangun Indonesia di masa depan dengan penuh dengan Rahmatan Lil Alamin.

"Saya sangat mendukung dan mengapresiasi program-program dari Kementerian Agama di bawah bapak Yaqut Cholil qoumas yang terus menebar semangat Islam yang moderat, moderasi umat beragama. Islam yang Rahmatan Lil Alamin,"

Pria kelahiran Madiun, Jawa Timur itu mengajak masyarakat untuk mengobarkan semangat dalam  peringatan Hari Santri tahun 2021. Ia berharap dengan adanya Peringatan Hari Santri Nasional ini dapat menjadi momentum untuk terus menggencarkan serta semangat dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

Di waktu yang sama, Menteri Agama (Menag) Yaqut juga menuturkan, bahwa peringatan hari santri tahun 2021 mengambil tema 'Santri Siaga Jiwa Raga'. Menurutnya, tema tersebut dapat dimaknai sebagai bentuk sikap santri Indonesia agar selalu siap siaga untuk menyerahkan jiwa raganya dalam membela tanah, air mempertahankan persatuan Indonesia dan perdamaian dunia.

'Siaga Jiwa', lanjut Menag, artinya santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak berpegang teguh pada aqidah, nilai dan ajaran Islam Rahmatan Lil Alamin serta tradisi luhur bangsa Indonesia. Sedangkan 'Siaga Raga' berarti badan tubuh tenaga dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia karenanya santri tidak pernah lelah berusaha dan terus berkarya untuk Indonesia. 

"Jadi siaga jiwa raga menjadi sangat penting di era pandemi covid 19 di mana santri tidak lengah dalam menjaga protokol Kesehatan 5 M + 1 D memakai masker, mencuci tangan menjaga jarak, menjauhi kerumunan,  mengurangi mobilitas, dan doa demi kepentingan bersama," pungkas Menag Yaqut. []