News

Menko PMK Minta Warga Bangkalan Tidak Lagi Rusak Pos Penyekatan

Menko PMK Muhadjir Effendy meninjau pos penyekatan Jembatan Suramadu sisi Surabaya yang sempat dirusak warga Madura beberapa hari lalu


Menko PMK Minta Warga Bangkalan Tidak Lagi Rusak Pos Penyekatan
Muhadjir Effendy di Suramadu

AKURAT.CO  Menko PMK Muhadjir Effendy meninjau pos penyekatan Jembatan Suramadu sisi Surabaya yang sempat dirusak warga Madura beberapa hari lalu. Muhadjir berharap kejadian itu tak terulang lagi. Posko penyekatan merupakan upaya pemerintah setempat untuk mengendalikan penularan virus Covid-19 di Bangkalan yang saat ini sedang tinggi-tingginya. 

"Penyekatan ini salah satu langkah tastis. Lama tidaknya tergantung dari kooperatif tidaknya masyarakat. Karena itu saya minta kooperatiflah masyarakat, menahan diri dulu untuk bersedia diatur, bersedia dirancang oleh petugas," ujar Muhadjir.

Bagaimanapun, menurutnya, petugas sudah cukup menguasai keadaan, cukup menguasai masalah. Karena itu, tes di pos penyekatan merupakan salah satu upaya untuk melacak penularan di masyarakat. Sehingga perkembangan virus bisa dilokalisasi. 

 "Kuncinya di kesiapan, kesediaan warga untuk bekerja sama," pungkas Menko PMK.

Berdasarkan laporan Kadinkes Kota Surabaya yang dia terima, dalam sehari pemeriksaan tes usap antigen di Posko Penyekatan Jembatan Suramadu baik dari sisi Surabaya maupun Madura mencapai 3.000-3.500 sampel. Sejauh ini, temuan hasil positif sekitar 20 persen atau setara 600 kasus harian dari total pemeriksaan.

Lebih lanjut, Menko PMK mengunjungi RS Lapangan Indrapura Kogabwilhan II yang bertempat di area depan Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH. Seraya menyambut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan pimpinan RS Laksma TNI dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara Sp B Sp BTKV (K). Khofifah turut memaparkan perkembangan penanganan Covid-19 di Jatim.

Khofifah menyebutkan bahwa per hari ini terjadi kenaikan Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur baik ICU maupun isolasi. Kondisi demikian terjadi di beberapa kabupaten/kota dengan kategori tertentu mulai dari kategori gawat (BOR di atas 80%) hingga kategori merah (BOR di atas 90%).

"Kita buat kategorisasi ini untuk menyiapkan kondisi contingency plan yang diikuti dengan action plan. Hari ini juga sedang dilakukan visitasi untuk pengembangan RS lapangan di Ngawi," ucapnya.

Di samping itu, kata khofifah, beberapa RS rencananya akan menambah tempat tidur (TT) termasuk untuk RS Lapangan Indrapura. Khofifah mengaku rencana itu sudah dikoordinasikan kepada para kepala daerah yakni bupati atau wali kota.

"Tentu kita tidak berharap setelah ditambah semua penuh, tentu tidak, tapi kesiapsiagaan harus dilakukan oleh kita semua. Kehadiran Pak Menko akan memberikan support, penguatan dari seluruh proses yang sedang kita lakukan di sini," ujar Khofifah.[]

Erizky Bagus

https://akurat.co